Jakarta, Aktual.com — Lebanon melalui perantara Amerika Serikat (AS) meminta Israel menghentikan serangan ke wilayahnya menjelang rencana perundingan damai antara Negeri Paman Sam dengan Iran. Permintaan tersebut juga didukung Washington, namun hingga kini belum ada keputusan resmi dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Laporan Axios menyebutkan AS mendorong Israel untuk menerima usulan penghentian serangan guna membuka ruang dialog. Dua sumber yang mengetahui perkembangan tersebut menyatakan keputusan masih menunggu sikap pemerintah Israel.
Sebelumnya, kantor Netanyahu mengumumkan telah menginstruksikan kabinet untuk memulai perundingan langsung dengan Lebanon. Pembicaraan itu bertujuan melucuti senjata kelompok Hizbullah serta membuka jalan menuju stabilitas di kawasan.
Situasi di lapangan masih memanas. Meski sempat muncul laporan mengenai gencatan senjata dua pekan antara Iran dan AS, termasuk penghentian permusuhan di Lebanon, ketegangan kembali meningkat setelah Israel melancarkan serangan udara ke Beirut dan sejumlah wilayah di Lebanon selatan.
Serangan tersebut memicu respons balasan dari Hizbullah sehari kemudian, menandai masih rapuhnya upaya deeskalasi di kawasan Timur Tengah.
Di tengah eskalasi tersebut, Uni Eropa (UE) turut menyoroti kebijakan Israel di wilayah Palestina. UE menyatakan rencana pembangunan lebih dari 30 permukiman baru di Tepi Barat sebagai tindakan ilegal menurut hukum internasional.
Juru bicara urusan luar negeri UE, Anouar El Anouni, mengatakan langkah tersebut merusak prospek perdamaian dan bertentangan dengan opini penasihat Mahkamah Internasional pada Juli 2024.
“Uni Eropa mengutuk keras langkah sepihak Israel untuk memperluas kehadirannya di wilayah pendudukan, termasuk Yerusalem Timur,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Jumat (10/4).
UE juga mendesak Israel untuk membatalkan keputusan tersebut, mematuhi kewajiban hukum internasional, serta menjamin perlindungan bagi warga sipil Palestina. Selain itu, blok tersebut mengecam meningkatnya kekerasan oleh pemukim terhadap warga Palestina.
Uni Eropa kembali menegaskan komitmennya terhadap solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan, sesuai resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi

















