In this image provided by the U.S. Navy, the amphibious dock landing ship USS Carter Hall and amphibious assault ship USS Bataan transit the Bab al-Mandeb strait on Aug. 9, 2023. The top commander of U.S. naval forces in the Middle East says Yemen’s Houthi rebels are showing no signs of ending their “reckless” attacks on commercial ships in the Red Sea. But Vice Adm. Brad Cooper said in an Associated Press interview on Saturday that more nations are joining the international maritime mission to protect vessels in the vital waterway and trade traffic is beginning to pick up. (Mass Communications Spc. 2nd Class Moises Sandoval/U.S. Navy via AP)

Jakarta, aktual.com – Amerika Serikat melanjutkan serangannya terhadap target-target Houthi di Yaman pada Jumat (19/1), menghancurkan tiga peluncur rudal yang siap melancarkan serangan.

Serangan ini merupakan tindakan pencegahan keempat dalam sepekan terakhir, menurut koordinator komunikasi strategis di Dewan Keamanan Nasional AS, John Kirby.

 

Dalam konferensi pers, Kirby menjelaskan, serangan ini bukan hanya untuk mempertahankan diri, tetapi juga membantu membuat perairan internasional lebih aman bagi kapal-kapal angkatan laut maupun kapal dagang.

 

Militer AS, melalui Komando Pusat (CENTCOM), diperkirakan akan merinci lebih lanjut mengenai serangan-serangan tersebut di kemudian hari. Serangan pada Jumat merupakan kelanjutan dari penghancuran dua rudal antikapal yang siap diluncurkan di wilayah Houthi sehari sebelumnya.

 

Tujuan serangan ini, menurut Washington, adalah untuk melemahkan kemampuan Houthi dalam melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang berlayar melalui jalur strategis seperti Laut Merah, Bab-el-Mandeb, dan Teluk Aden.

Artikel ini ditulis oleh:

Jalil