Jakarta, Aktual.com – Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) terbukti memiliki peran yang sangat penting bagi perekonomian ASEAN. Hal ini tidak terlepas dari fakta banyaknya pelaku UMKM yang ada di kawasan tersebut, yakni sekitar 90 persen, di mana di Indonesia memiliki 65 juta pelaku UMKM.

Hal itu dikatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pertemuan pemimpin ASEAN dengan ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) di hotel Sokha, Phnom Penh, beberapa waktu lalu.

Sebab itu, Presiden Jokowi sangat mendorong kemitraan usaha untuk memperkuat UMKM. Dengan keberadaan UMKM yang tinggi, terus didukung oleh pemerintah dan mengalami kemajuan menjadi suatu berkah tersendiri bagi perekonomian negara kawasan ASEAN.

Ketua Umum Assosiasi Industri UMKM Indonesia Hermawati mendukung langkah Jokowi mendorong sinergi UMKM untuk memperkuat resiliensi ekonomi ASEAN

Menurutnya, perkembangan UMKM Indonesia terus meningkat setelah banyak muncul produk-produk yang berkualitas. Kemunculan produk berkualitas ini didukung oleh Pemerintah yang saat ini sudah banyak yang menggunakan produk lokal dalam aktivitas resmi mereka.

“Tentu saja hal ini tidak lepas dengan dipicu Presiden Joko Widodo yang memulai dengan memakai dan menggunakan produk lokal dalam keseharian, maupun dinas kenegaraan,” kata Hermawati lewat pesan tertulisnya, Senin (14/11).

“Cukup banyak produk produk UMKM yang sudah mampu bersaing di pasar international, hanya saja pemerintah masih harus membantu peluang market international seluas luasnya, agar menjadi penyangga di ASEAN dan khususnya Indonesia,” sambungnya.

Menurut Hermawati, salah satu pendorong menguatnya ekonomi Indonesia di tahun 2022 ini adalah aktivitas UMKM. Hal itu terlihat saat pandemi COVID-19 melanda hampir seluruh negara termasuk Indonesia, dan UMKM tetap eksis menopang perekonomian masyarakat.

“Pastinya, dengan kondisi negara akibat pandemi dan masalah ekonomi global, satu satunya peluang yang menyelamatkan ekonomi bangsa adalah UMKM. Peran penting UMKM terhadap perekonomian Indonesia dan bagi kesejahteraan masyarakat, dimana salah-satunya yang membuka lapangan kerja dan menambah pendapatan masyarakat sekitar,” ucapnya.

Lanjut Hermawati, UMKM sangat berperan dalam pemerataan tingkat perekonomian masyarakat, karena sebaran UMKM hampir ke seluruh wilayah di Indonesia.

“UMKM telah terbukti sepanjang sejarah bangsa ini muncul sebagai motor penggerak dan penyelamat perekonomian Indonesia. UMKM lah yang mampu menopang sendi-sendi perekonomian bangsa dimasa sulit dan krisis ekonomi hingga krisis global sekarang ini,” jelasnya.

Diakui Hermawati, Pemerintah sudah memberikan perhatian serius dengan mendorong pengembangan UMKM sebagai motor ekonomi rakyat. Hal itu tak lepas dari cara Pemerintah mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan pemulihan ekonomi nasional.

Bahkan, lanjut Hermawati keseriusan Pemerintah terlihat dengan diterbitkan peraturan atau kebijakan yang berpihak kepada UMKM, seperti misalnya Undang-Undang Cipta Kerja yang mana dalam aturan itu memudahkan, perlindungan dan pemberdayaan UMKM.

“Pemerintah berharap melalui UU Cipta Kerja, UMKM dapat terus berkembang dan berdaya saing. Program PEN untuk membantu masyarakat termasuk UMKM selama pandemi maupun pemulihan, Kemudahan akses pembiayaan melalui KUR, PNM dan kemitraan lainnya, termasuk Kemudahan legalitas, tranformasi tekhnologi, digitalisasi dan lainnya,” jelasnya.

Pegiat UMKM ini memastikan sudah banyak Kebijakan dan program Pemerintah untuk membantu mengembangkan UMKM. Meski begitu, Hermawati meminta agar kebijakan yang memudahkan masyarakat berusaha itu disertai dengan sosialisasi.

“Ini agar apa, lebih banyak lagi UMKM khususnya pelaku mikro kecil yang mendapatkan manfaat program-program yang ada, agar lebih banyak UMKM yang naik kelas, karena pada kenyataannya di lapangan banyak UMKM yang belum mendapatkan manfaat program-program yang baik tersebut,” tutupnya. (***)

(Tino Oktaviano)