Jakarta, Aktual.co — Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Astra Internasional Tbk (ASII) menyepakati penggunaan sebagian laba bersih tahun buku 2014 untuk dibagikan sebagai dividen tunai sebesar Rp8,74 triliun atau setara dengan Rp216 per lembar saham.
“Dividen interim sebesar Rp64 per saham telah dibayarkan pada 31 Oktober 2014, sehingga selebihnya sebesar Rp152 per lembar saham akan dibayarkan pada 29 Mei 2015,” papar Direktur Utama Astra International Tbk Prijono Sugiarto usai RUPST di Jakarta, Selasa (28/4).
Ia menambahkan bahwa perseroan juga menyepakati untuk sisa laba bersih perseroan yang sebesar Rp10,43 triliun sebagai laba ditahan perseroan. Pada 2014, Astra International Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp19,18 triliun.
Dalam RUPST Astra International Tbk juga disepakati untuk mengangkat Mari Elka Pangestu, Muhamad Chatib Basri dan Kyoichi Tanada sebagai Komisaris Independen. Selain itu, perseroan juga mengangkat Gunawan Geniusahardja sebagai Direktur Independen, dan Djony Bunarto Tjondro sebagai Direktur Perseroan.
“Terhitung sejak perubahan anggaran dasar perseroan terkait masa jabatan dewan komisaris yang berlaku efektif sampai dengan RUPS tahunan 2017, kecuali untuk Mari Elka Pangestu, Muhamad Chatib Basri dan Kyoichi Tanada sampai dengan RUPS tahunan 2018,” papar Prijono Sugiarto.
Ia meyakini bahwa tata kelola perusahaan merupakan strategi penting yang diterapkan dalam keseluruhan aktivitas Astra. Tata kelola perusahaan yang baik akan menjadi kerangka untuk mengelola bisnis, sumber daya manusia serta kontribusi sosial dan lingkungan dengan baik dan berimbang, sebagaimana diterapkan dalam “Strategic People Roadmap Astra” yang terdiri dari “portfolio roadmap”, “people roadmap”, dan “public contribution roadmap”.
Dalam kesempatan itu, Prijono Sugiarto juga mengatakan bahwa perseroan menganggarkan belanja modal atau “capital expenditure” (capex) sebesar Rp13 triliun pada tahun ini untuk mengembangkan usaha.
“Capex sebesar Rp13 triliun, secara konsolidasi biasanya digunakan untuk membangun outlet kami yakni Toyota dan Daihatsu dengan biaya paling sedikit sekitar Rp500 miliar, serta ada pengembangan untuk Astra Otoparts dan Astra Agro Lestari sebesar masing-masing Rp2 triliun-Rp3 triliun,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dana belanja modal juga akan digunakan untuk mengembangkan anak usaha lainnya, salah satunya United Tractors Tbk mencapai sekitar Rp5 triliun.
“Sekitar 20 persen dana belanja modal perseroan sudah terserap di kuartal I 2015,” kata Prijono Sugiarto.
Artikel ini ditulis oleh:

















