Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membutuhkan total 1.020 unit pompa air untuk mengantisipasi musibah banjir dan rob. Hal itu disampaikan Kepala Seksi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pengendali Banjir Dinas Pekerjaan Umum DKI, Warsito di Jakarta, Selasa (25/11).
“Untuk Jakarta kurang memadai kira-kira masih kurang 1.020 unit,” ujarnya kepada Aktual.co.
Ia mengatakan di Jakarta saat ini hanya terdapat 555 unit pompa air dengan rincian, di wilayah Jakarta Barat terdapat 149 pompa air dengan rincian 100 pompa stasioner, 45 pompa mobile, dan 4 pompa underpass.‎ Dari jumlah itu, ada 104 yang berkondisi baik dan 45 pompa lainnya berkondisi rusak.
Di Jakarta Pusat, terdapat 120 unit pompa air yang terdiri dari 78 pompa stasioner, 24 pompa mobile, dan 18 pompa underpass. Pompa air yang dinyatakan masih dalam kondisi baik berjumlah 100 unit, sedangkan 20 unit rusak. ‎
Di Jakarta Selatan, terdapat 113 unit pompa air dengan rincian 66 pompa stasioner, 27 pompa mobile, dan 20 pompa underpass. Sebanyak 41 pompa berkondisi rusak dan 77 pompa dinyatakan masih baik.Di Jakarta Timur, terdapat 56 unit pompa air, terdiri dari 28 pompa stasioner, 18 pompa mobile, dan 10 pompa underpass. Tujuh unit pompa dalam kondisi rusak dan 49 dinyatakan baik.
Kemudian di Jakarta Utara, terdapat 117 unit  pompa air, dengan rincian 100 pompa stasioner dan 17 pompa mobile. “Di Jakarta Utara tidak ada pompa underpass. Total pompa air yang rusak tercatat ada 28 unit, sedangkan yang masih berkondisi baik sebanyak 89 unit.
Warsito mengatakan, kerusakan pompa akibat tersangkut sampah rumah tangga. “Pompa itu kadang-kadang begitu operasi rusak karena adanya sampah,” ujarnya.
Ia juga mengatakan pihaknya berupaya melakukan pemeliharaan pompa terutama dari sampah dengan memperbaiki dan membersihkan sampah yang tersangkut.
“Kita sudah berupaya optimal agar pompa yang ada bisa beroperasi maksimal. Hanya saja, sampah di Jakarta belum dapat dikendalikan,” tutupnya.

(Andy Abdul Hamid)