Jakarta, Aktual.com — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang diprediksi masih terus melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari ini.
Namun demikian, pelaku pasar diminta untuk mewaspadai sentimen yang ada. Antara lain adanya gejolak pada bursa-bursa saham regional bakal membuat laju IHSG kian tertekan.
“Dengan adanya gejolak bursa saham regional itu membuat marannyanya aksi jual secara harian dan overnight. Inj perlu diwaspadai pelaku pasar,” jelas analis PT HD Capital Tbk, Yuganur Wijanarko dalam analisis hariannya, Jumat (1/4).
Meski begitu, ia yakin pada perdagangan akhir pekan ini akan kembali positif untuk mampu bermain di atas support baru pada level 4.800 dan target resisten terdekat di angka 4.925, setelah kemarin menguat 0,6 persen.
“Jadi dalam waktu dekat ini, bisa memberikan harapan bagi IHSG bisa reli untuk mengetes resisten atas di level 4.925 dan level psikologis 5.000 akan terjadi,” papar dia.
Dengan demikian, lanjut Yuganur, pihaknya menyarankan untuk mengakumulasi saham big cap dan lapis kedua dalam rangka menunjang kontinuasi kenaikan berikutnya, yakni:
1. BBRI dengan target trading di level Rp11.550.
Secara teknikal, pola perbaikan tren jangka pendek dan menengah pada emiten perbankan BUMN ini membuatnya menarik untuk diakumulasi, melihat kinerja ekspektasi earnings ke depan di 2016 ada pada skenario kenaikan menuju resisten psikologis Rp11.550.
2. AALI dengan target trading di level Rp18.600.
Harga minyak mentah dunia yang fluktuatif dan sempat berada pad level terendah sejak sepuluh tahun terakhir dan valuasi sektor yang cukup murah, membuat saham batubara menarik untuk diakumulasi secara jangka menengah.
3. WIKA dengan target trading di level Rp2.725.
Secara teknikal, perbaikan tren jangka pendek dan menengah pada emiten konstruksi ini dapat digunakan sebagai peluang akumulasi untuk kontinuasi kenaikan menuju level Rp2.725.
4. ASII dengan target trading di level Rp7.500.
Pola perbaikan momentum dalam tren jangka pendek dan menengah pada emiten Astra Group ini dapat digunakan sebagai peluang trading mengikuti kontinuasi kenaikan berikutnya di atas resisten psikologis Rp7.500.
Artikel ini ditulis oleh:
Arbie Marwan














