Jakarta, Aktual.co — Berbeda dengan bursa saham Asia yang cenderung positif, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan pagi ini dibuka di teritori negatif. Mengawali perdagangan IHSG dibuka melemah tipis 4,66 poin (0,09 persen) ke level 5.222,43. Indeks saham LQ45 turun tipis 0,13 persen ke level 905,54. Sebagian besar indeks saham acuan juga melemah kecuali indeks saham DBX naik 0,08 persen ke level 701,54.
Pelemahan IHSG masih berlanjut pada pembukaan perdagangan saham pukul 09.00 WIB. IHSG melemah tipis 2,91 poin (0,06 persen) ke level 5.224,18. Sebanyak 64 saham menguat, 41 saham melemah dan 68 saham lainnya stagnan.
NH Korindo Securities Indonesia dalam risetnya mengemukakan bahwa pelemahan IHSG tersebut hanya sesaat. Pada perdagangan Senin (18/5) IHSG diperkirakan Reza berada pada rentang support 5.200-5.216 dan resisten 5.248-5.273. “Kami harapkan juga tren kenaikan IHSG masih dapat berlanjut, meski kemungkinan juga diiringi aksi-aksi profit taking yang dapat membuat kenaikan sedikit tertahan,” ujar Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Rea Priyambada.
Laju Indeks Harga Saham Gaungan (IHSG) pekan lalu cenderung berakhir di zona merah. Pelaku pasar yang masih melakukan transaksi lebih memilih untuk profit taking setelah sepanjang dua hari sebelumnya terus bergerak naik.
“Lebih tingginya animo pelaku pasar untuk profit taking membuat sentimen kenaikan laju Rupiah pasca rilis surplusnya neraca perdagangan menjadi tidak diperhatikan,” ujar Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Rea Priyambada.
Lebih lanjut dikatakan Reza, meski neraca perdagangan mengalami surplus, namun nilai import dan ekspor justru tercatat turun secara YoY sehingga memberikan gambaran masih melambatnya perekonomian Indonesia. Belum lagi, kata dia, asing yang masih melanjutkan aksi jualnya sehingga menambah sentimen negative. Bahkan menghijaunya laju bursa saham Asia juga tidak membuat IHSG bergeming.
Artikel ini ditulis oleh:

















