Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini, Senin (16/3) bergerak melemah. Berdasarkan Bloomberg Dollar Index, rupiah dibuka melemah 0,19% ke Rp13.230 per dolar AS. Sementara itu, berdasarkan data kurs TT Bank Mandiri, Senin (16/3) pada pukul 08.40 WIB,  kurs jual rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 13.245 dan kurs beli di harga Rp 13.195 per dolar AS.

Laju Rupiah pekan lalu belum menunjukkan adanya perbaikan, seiring masih tingginya minat pelaku pasar untuk mentransaksikan Dolar Amerika Serikat (AS). Apalagi setelah beredar pemberitaan kenaikan cadangan minyak AS yang membuat harga kontrak minyak kembali turun.

“Ini memberikan kesempatan bagi Dolar AS untuk kembali menguat. Akibatnya laju mata uang dari Euro, GBP, dan Yen terhadap Dolar AS kembali tertekan, pasca menguat sehari sebelumnya.” ujar kepala riset dari NH Korindo Securities Indonesia (NHKSI), Reza Priyambada.

Pada Senin (16/3) Rupiah diperkirakan Reza berada di bawah target level support 13.179, yakni Rp13.205-13.185 (kurs tengah BI). Menurutnya, belum adanya sentimen positif yang menahan pelemahan Rupiah membuat lajunya kian bergerak turun. “Harapan akan penurunan yang dapat lebih terbatas kembali sirna dan berpotensi kembali turun,” pungkasnya.

Dilai pihak, laju rupiah juga tengah menunggu data ekonomi makro yang akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) siang ini. Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini dijadwalkan akan merilis data-data terkait ekonomi makro Indonesia, termasuk diantaranya terkait nilai tukar eceran Rupiah pada Februari 2105. Selain itu, BPS juga akan merilis perkembangan ekspor dan impor (Eksim) Indonesia dan perkembangan upah pekerja/buruh Februari 2015.

Sejak sebulan lalu, pergerekan mata uang Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat kian melemah tajam. Namun dengan pelemahan tersebut diharapkan menjadi potensi bagi ekspor Indonesia untuk dapat meningkat.

“Angka-angka tersebut akan diumumkan oleh Kepala BPS, Suryamin, dalam acara jumpa pers,” ujar Kepala Humas BPS Yeane Irmaningrum dalam undangannya kepada wartawan, di Jakarta, Senin (16/3/2015).

Artikel ini ditulis oleh: