Jakarta, Aktual.com — Kurs rupiah mengawali pekan ini berada di posisi Rp13.589/USD. Posisi rupiah bergerak terus melorot dan saat berita ini dimuat laju rupiah berada di posisi Rp13.611/USD.
Laju mata uang rupiah terhadap dollar AS pada transaksi hari ini diprediksikan masih akan lanjutkan tren depresiasinya. Hal ini terjadi karena tidak ada sentimen positif sama sekali yang dapat mendongkrak laju rupiah.
Untuk itu, plaku pasar diminta untuk mewaspadai perubahan sentimen yang terjadi saat ini. “Belum adanya sentimen positif yang bisa menahan pelemahan rupiah akan terus menyeret rupiah pada tren depresiasinya,” ujar analis PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada dalam analisis hariannya, Senin (23/5).
Menurut dia, dengan minimnya sentimen positif yang menghampiri pasar valuta asing tersebut, maka laju rupiah yang kembali mendobrak support 13.478 itu tetap akan memberikan peluang pada rupiah untuk kembali mengalami pelemahan lanjutannya.
“Makanya kami proyeksikan pada perdagangan hari ini, rupport rupiah pada level 13.588, sedangkan rentang resisten di 13.569. Tetap cermati sentimen yang ada terhadap laju rupiah,” tandas dia.
Reza kembali menegaskan, pada akhir pekan kemarin pergerakan rupiah berbeda dengan laju IHSG yang mulai bergerak naik, meski masih dipertanyakan kekuatan IHSG untuk bertahan di zona hijau.
“Nilai tukar rupiah kurang lebih masih sama seperti pergerakan sebelumnya yang berada di zona merah,” tegas dia.
Apalagi, menurut dia, pernyataan para petinggi The Fed yang akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga pada Juni mendatang, akhirnya mampu mengangkat dollar AS itu, tapi di sisi lain berimbas negatif pada sejumlah mata uang lain, termasuk rupiah.
“Sebelumnya kami sampaikan masih ada sentimen dari The Fed, sehingga akan mengurangi kesempatan bagi rupiah untuk dapat berbalik menguat,” pungkas dia.
Artikel ini ditulis oleh:















