Jakarta, Aktual.co — Manusia merupakan makhluk Tuhan yang paling sempurna. Memiliki anggota tubuh yang lengkap dan sempurna serta kecerdasan dalam berfikir agar dapat menjalankan kehidupan di Bumi.
Manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT ialah Nabi Adam As. Menurut kisah sejarah agama Islam, Nabi Adam diciptakan oleh Allah SWT sebagai penghuni Surga. Ia pun menciptakan Hawa sebagai pasangan Adam untuk menemani Adam.
Menurut Kisah yang tertera dalam Al Quran surat Al-Baqarah ayat 35 menjelaskan sebelum Adam diturunkan ke Bumi, ia ditempatkan di Surga. Di Surga Allah Swt juga menciptakan seorang pasangan untuk mendampinginya yang kemudian diberi nama Hawa.
Saat keduanya menjadi penghuni surga, ternyata ada yang tidak senang dengan kedatangan Adam. Iblis yang terbuat dari Api Neraka, merasa iri dengan Adam dan Hawa yang diberi keistimewaan untuk tinggal di Surga. Saat Adam dan Hawa berada di Surga, Allah SWT telah memberikan amanat agar tidak memakan buah Khuldi yang ada disana.
Disinilah Adam dan Hawa terbujuk oleh rayuan Iblis agar memakan buah khuldi tersebut. Insiden inilah yang membuat pada akhirnya Adam dan Hawa di usir dan diturunkan ke Bumi oleh Allah SWT (QS Al-Baqarah ayat 30 – 39 / QS Al-A’raf ayat 11-25) .
Nabi Adam as diturunkan ke bumi terpisah jauh dari isterinya Hawa. Menurut suatu riwayat, Nabi Adam as diturunkan di salah satu pegunungan di Asia. Sementara Hawa diturunkan di Jeddah, bagian dari kota Mekah (sekarang Arab Saudi).
Setelah saling mencari, dengan petunjuk Allah Swt. dan bimbingan Malaikat Jibril, Nabi Adam as dan Hawa akhirnya bertemu di Jabal Rahmah, Padang Arafah. Bayangkan, bagaimana haru biru dan dahsyatnya pertemuan dua insan manusia pertama yang terjadi di tempat ini. Kesepian dan kerinduan yang terpendam akhirnya terobati.
Maka Jabal Rahmah di Arafah jadi tempat bersejarah. Tempat ini merupakan tempat yang istimewa bagi ummat Islam di seluruh dunia yang menunaikan haji karena di tempat inilah dilaksanakan salah satu rukun Haji yakni wukuf, tidak ada Haji bagi jamaah Haji yang tidak melakukan wukuf. Inilah tempat untuk mengenang pertemuan Nabi Adam as dengan Hawa.
Segeralah Adam dan Hawa bertaubat, mereka menyesali seluruh perbuatannya dan menyesali pelanggaran tersebut. “Lalu Adam dan Hawa menyesali perbuatannya dan bertaubat (menurut riwayat, Adam dan Hawa menangis terus-menerus selama 60 tahun karena ‘terusir’ dari nikmat Surga yang tidak mereka dapatkan di Bumi). Allah SWT kemudian menerima taubat keduanya lalu menunjuk Adam sebagai Rasul-Nya,” (QS Thaha ayat 122)
Dari sinilah kehidupan manusia di muka Bumi ini dimulai. Adam membimbing hawa agar membina rumah tangga bersama dirinya. Ia pun melahirkan 20 pasangan kembar putra dan putri. Diantara yang terkenal adalah putra putri pertama mereka Qabil dan Iklima, serta putra putri kedua mereka Habil dan Labuda.
Saat keempatnya dewasa dan mulai memiliki rasa ketertarikan satu sama lain, Allah SWT memberikan petunjuk kepada Nabi Adam As agar menikahkan mereka secara silang. Namun, perselisihan pun terjadi, Qabil yang kala itu akan dinikahkan oleh labuda menolak untuk dinikahkan dengan alas an Iklima lebih rupawan dibandingkan Labuda.
Allah SWT kembali memberikan petunjuk agar menyuruh kedua putra adam untuk berkurban. Siapa yang kurbannya diterima oleh Allah SWT maka ialah yang pantas memilih pasangannya. Saat itu habil yang merupakan peternak berqurban kambing kesayangannya.
Sedangkan, Qabil yang merupakan seorang petani memberikan gandum berkualitas baik yang dimilikinya. Ketika kedua kurban diletakan diatas bukit, sekelebat cahaya mengambil qurban milik habil, yang diyakini bahwa kambing itu diturunkan kembali untuk menggantikan Nabi Ismail As.
Dengan kejadian tersebut, Qabil mejadi marah sampai membunuh Habil, inilah peristiwa pembunuhan pertama yang diceritana dalam ayat Al-Qur’an, Al-Maidah ayat 27: “Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam dengan sebenarnya. Ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah satunya dan tidak diterima dari yang lainnya.
Maka berkata yang tidak diterima kurbannya,”Sungguh, aku akan membunuhmu” dan berkata yang diterima kurbannya, “Sesungguhnya Allah hanya menerima kurban dari orang-orang yang bertakwa”.
Setelah membunuh Habil, Qabil kebingungan mengurusi jenasah adiknya itu. Maka Allah Swt. memberikan petunjuk kepadanya melalui dua ekor burung gagak bersaudara. Kedua burung gagak ini bertarung di hadapan Qabil hingga salah satunya terbunuh.
Lalu burung gagak yang hidup menggali lubang di tanah dengan paruhnya, lalu memasukkan jasad burung gagak yang telah mati dan menimbunnya. Terinspirasi apa yang dilakukan oleh burung gagak ini, Qabil akhirnya menguburkan Habil (QS al-Maidah: 31).
Kisah Nabi Adam As, dapat dijadikan pelajaran penting dalam kehidupan manusia. Janganlah tergoda melakukan sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT, karena Allah SWT akan memberikan hukuman bagi yang melanggar. Dan janganlah saling merasa Iri kepada sesame manusia, karena, sesungguhnya kita ini adalah saudara. Anak Cucu Adam dan Hawa.
Artikel ini ditulis oleh:

















