Jakarta, Aktual.co — Dalam penelitian selama bertahun-tahun telah menemukan hubungan yang kompleks antara otak dengan sistem pencernaan, yang sangat sensitif terhadap suasana hati. Lambung dan usus benar-benar memiliki sel-sel saraf lebih dari seluruh sumsum tulang belakang, dan ada beberapa saraf yang berjalan dari otak ke sistem pencernaan.
Bahkan, 95 persen serotonin tubuh, yaitu hormon yang mengatur suasana hati, ditemukan dalam sistem pencernaan bukan otak.
Pencernaan sebenarnya dikendalikan oleh sistem saraf enterik, yang terdiri dari jutaan saraf yang berkomunikasi dengan sistem saraf pusat. Ketika Anda stres, tubuh Anda terfokus terhadap seluruh jaringan tubuh agar tetap hidup dan mengabaikan pencernaan Anda.
Stres mampu menutup aliran darah ke sistem pencernaan, mengganggu kontraksi organ pencernaan serta mengurangi sekresi enzim pencernaan.
Otak Anda mengeluarkan beberapa hormon yang bisa mendatangkan ‘malapetaka’ pada sistem pencernaan Anda. Sebagai contoh, tubuh Anda melepaskan hormon yang disebut corticotropin-releasing hormone (CRH), yang menekan nafsu makan. Itulah sebabnya mengapa beberapa orang tidak bisa makan ketika mereka sedang stres.
Namun demikian, fungsi utama dari CRH adalah untuk menginstruksikan kelenjar adrenal Anda untuk mulai memproduksi adrenalin dan steroid, yang memberikan Anda kekuatan untuk melawan atau melarikan diri dari stres Anda.
Pada beberapa orang, steroid ini dapat menyebabkan beberapa orang merasa terus lapar, menyebabkan mereka terus mengemil cokelat, keripik dan junk food lainnya ketika mereka sedang stres.
Efek stres pada pencernaan sebagai berikut: 1. Dapat menyebabkan kerongkongan Anda kering2. Stres bisa meningkatkan produksi asam dalam perut Anda, dan membuat perut Anda mulas.3. Stres dapat mematikan aktivitas pencernaan perut Anda serta membuat Anda mual.4. Stres bisa mempengaruhi usus Anda dan menyebabkan Anda mengalami sembelit atau diare.5. Stres bisa menyebabkan sistem pencernaan Anda meradang dan membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi.6. Dalam jangka panjang, stres dapat menyebabkan sindrom iritasi usus besar.7. Timbul bisul yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Peneliti percaya bahwa stres dapat membantu infeksi berkembang, dengan mempengaruhi keseimbangan asam dan cairan lainnya dalam sistem pencernaan.
Bagaimana mencegah stres yang bisa mengganggu pencernaan Anda? Ini solusinyaA. Aktivitas fisik. Olahraga adalah cara terbaik, tidak hanya mengurangi stres Anda, tetapi juga melancarkan pencernaan Anda.B. Yoga dan meditasi. Kegiatan ini akan membantu Anda relaksasi dan menghilangkan stres Anda, sehingga tidak mengganggu pencernaan Anda.C. Diet. Kami sarankan untuk berhenti makan junk food. Mengasup makanan yang sehat dan seimbang, meskipun Anda stres.D. Tekanan. Hindari stres, dengan berhenti atau mengurangi rokok, alkohol, kafein dan gula, demikian lapor laman Healthmeup, Kamis (19/2).
Artikel ini ditulis oleh:

















