Jakarta, Aktual.co — Bareskrim Mabes Polri berencana membangun gedung baru. Hal tersebut lantaran gedung lama yang berlokasi di jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dinilai sudah usang.
Sebab itu, pada Selasa (12/5) lalu, Kabareskrim Polri Komjen Budi Waseso menyambangi kantor Balai Kota DKI Jakarta untuk meminjam gedung milik Pemprov DKI.
Dalam kunjungannya tersebut, Jenderal bintang tiga yang akrab disapa Buwas itu bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk meminjam bekas kantor Wali Kota Jakarta Selatan di samping gedung Bareskrim Polri.
“Artinya saya nanya ke Gubernur (Ahok) kira-kira punya aset tidak untuk bisa kita pinjam,” ujar Buwas di Bareskrim Polri, Jumat (15/5).
Namun, lanjut dia, Gubernur DKI belum memastikan gedung mana yang akan dipinjam Barrskrim. “Nah, kalo beliau (Pemprov DKI) itu punya, kita pinjam tapi sekarang belum, asetnya (gedung) belum dapat,” kata dia.
Kendati demikian, sampai saat ini pihaknya baru mengajukan anggaran pembangunan gedung baru ke pemerintah. Namun, saat disinggung anggaran pembangunan sebesar 800 miliar yang disebut Ahok, dia menampiknya.
“Belum. Baru akan diajukan ke pemerintah. Punya uang atau tidak kan belum tau. Saya sebagai Kabareskrim kalau benar-benar ada (gedung yang bisa dipakai) kita harus pindah sementara waktu.”
Sedangkan, saat dikonfirmasi terkait peminjaman gedung kepada Pemprov DKI Jakarta apakah dapat menimbulkan konflik kepentingan mengingat Bareskrim tengah mengusut kasus UPS, Buwas lagi-lagi membantahnya. Menurutnya hal tersebut tidak ada kaitannya dengan penanganan perkara. “Tidak. Tidak ada konflik kepentingan,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu