Jakarta, Aktual.co — Tersangka kasus keterangan palsu dalam sidang gugatan sengketa Pilkada Kotawaringin Barat yang digelar di Mahkamah Konstitusi, Bambang Widjojanto menyebut, masalah yang saat ini yang menyerang pimpinan KPK bukan hanya sebagai pelemahan tetapi juga penghancuran lembaga tersebut.
“Kalau selama ini ini yang beredar adalah pelemahan KPK, ini bukan hanya pelemahan tapi penghancuran KPK,” kata Bambang saat jumpa pers di gedung KPK, Senin (26/1).
Dia menilai, banyaknya serangan kepada para pimpinan KPK, maka akan mengganggu kinerja pemberantasan korupsi. Terlebih, sambung dia, dampaknya bisa ke kasus lainnya.
“Dengan menghancurkan itu kan artinya KPK tidak dapat bekerja,” kata Bambang.
Masalah yang dialami para pimpinan KPK itu dimulai dari munculnya foto palsu Ketua KPK Abaraham Samad dengan seorang wanita. Kemudian Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto ditangkap secara paksa oleh Bareskrim Polri pada Jumat (23/1) lalu usai mengantarkan anaknya ke sekolah. BW ditangkap karena kasus sengketa Pilkada tahun 2010 Kotawaringin.
Kemudian, Sabtu (24/1) Wakil Ketua KPK lainnya, Adnan Pandu Praja dilaporkan ke Bareskrim karena kasus penipuan yang terjadi pada tahun 2005.
Yang terbaru adalah hari ini muncul wacana dari simpatisan Nasdem yang akan melaporkan Wakil Ketua KPK Zulkarnaen karena kasus suap yang terjadi pada tahun 2010.
Tentu saja pelaporan ini janggal mengingat untuk menjadi seorang komisioner KPK mereka dulu harus melewati berbagai tes yang menunjukkan mereka bersih dari masalah hukum.
Runtutan masalah ini muncul bertepatam setelah KPK menetapkan calon Kapolri Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka kasus korupsi rekening gendut. Budi kala itu sedang mengikuti proses uji kelayakan dan kepatutan di DPR, namun pelantikannya sebagai Kapolri tertunda akibat kasus tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu