Jakarta, Aktual.co — Meski perundingan islah terkait dualisme kepengurus partai Golkar terus dilakukan. Akan tetapi, pihak ARB seakan mengingatkan bahwa partai berlambang beringin itu tidak akan keluar dari koalisi merah putih (KMP).
Demikian disampaikan politisi Golkar, Bambang Soestyo (Bamsoet) melalui pesan singkatnya, di Jakarta, Jumat (2/1).
“Pagi-pagi harus diingatkan bahwa tidak mungkin memaksa Golkar keluar dari KMP. Sebab, negera ini butuh partai penyeimbang yg kuat dan kritis agar tdk ada lagi penyalahgunaan kekuasaan dan perampokan keuangan negara seperti kasus BLBI dan Skandal Century pada dua pemerintahan sebelumnya,” kata dia.
Ia pun berpandangan, jia ada pihak atau kelompok yg ingin memaksa Golkar kembali menjadi bagian pemerintahan, maka patut dipertanyakan motifnya.
Pertama, sambung dia, bisa jadi dimaksudkan agar konspirasi kejahatan mereka pada rakyat dan negara terlindungi karena tidak ada parpol kuat yang kritis.
“Kedua, bisa jadi ada oknum Golkar yang masih bermimpi jadi menteri dan berharap ada reshuffle kabinet,” ungkapnya.
Sehingga, masih kata sekertaris fraksi Golkar di DPR RI, ngotot  dan menjual murah partai Golkar utk kembali menjadi hamba kekuasaan, demi kepentingan pribadi tapi mengatasnamakan kepentingan partai.Memang, memprihatinkan.
“Golkar seolah-olah kehilangan jati diri karena tiba-tiba bernuansa premanisme dengan saling gertak dan saling ancam. Padahal sejatinya itu bukanlah budaya dan karakter partai Golkar,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang