Jakarta, Aktual.co — PT Astra International Tbk (ASII) sedang membangun Menara Astra dan Anandamaya Residences dengan menganggarkan dana sekitar Rp8,2 triliun yang diharapkan berkontribusi positif ke depannya.
“Properti sektor baru yang kami masuki, saat ini sedang dibangun Menara Astra dan Anandamaya Residences di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta,” kata Presiden Direktur Atra International Tbk Prijono Sugiarto di Jakarta, Selasa (28/4).
Ia mengatakan bahwa melihat pertumbuhan kelas menengah di Indonesia yang cukup tinggi, sektor properti dinilai memiliki potensi bisnis yang besar. Berdasarkan data Boston Consulting, pertumbuhan kelas menengah di Indonesia bisa mencapai sekitar 150 juta jiwa untuk lima tahun ke depan dari 74 juta jiwa pada 2014.
Ia mengemukakan bahwa proyek properti yang sedang berjalan 60 persen sahamnya dimiliki oleh Astra. Dalam menggarap proyek properti itu, Astra menggandeng Hongkong Land Pte Ltd dengan membentuk perusahaan patungan bernama PT Brahmayasa Bahtera.
Terkait gencarnya pemerintah membangun infrastruktur, Prijono Sugiarto mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendukung kebijakan pemerintah. Saat ini, perseroan juga sedang menggarap proyek infrastruktur seperti pembangunan jalan tol Mojokerto-Kertosono. Seperti diketahui, seksi I ruas jalan tol sepanjang 14,7 kilometer (km) itu telah beroperasi pada Oktober 2014.
“Apapun yang ditawarkan pemerintah dan mendorong kinerja Astra, kita tertarik,” ucapnya.
Pada tahun ini, Prijono Sugiarto juga mengatakan bahwa perseroan menganggarkan belanja modal atau “capital expenditure” (capex) sebesar Rp13 triliun untuk mengembangkan usaha.
“Capex sebesar Rp13 triliun itu, secara konsolidasi biasanya digunakan untuk membangun outlet kami yakni Toyota dan Daihatsu dengan biaya paling sedikit sekitar Rp500 miliar, serta ada pengembangan untuk Astra Otoparts dan Astra Agro Lestari sebesar masing-masing Rp2 triliun-Rp3 triliun,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dana belanja modal juga akan digunakan untuk mengembangkan anak usaha lainnya, salah satunya United Tractors Tbk mencapai sekitar Rp5 triliun.
“Kuartal I 2015, sekitar 20 persen dana belanja modal perseroan sudah terserap,” katanya.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka

















