Jakarta, Aktual.co — Badan Ekonomi Kreatif (Barekraf) menargetkan kontribusi industri kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 14 persen di tahun 2015. Namun, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia justru mengatakan hal yang berbeda, dengan target jauh lebih rendah yakni 7 persen.

‘Kalau Kadin melihat ini lebih realistis, jadi mungkin harus bisa tahun ini Rp800-900 triliun,” ujar Wakil Ketua Umum Kadin bidang Ekonomi Kreatif, Budyarto Linghowiyono di Menara Kadin Jakarta, Rabu (4/2).

Lebih lanjut dikatakan dia, alasan target kontribusi kreatif tetsebut diantaranya karena Barekraf adalah badan yang baru dibuat, sehingga tidak bisa melakukan percepatan dengan sangat instan.

“Apalagi Barekraf ini anggarannya maaih menunggu APBN-P di bulan April nanti, nomenklatur juga masih ada di Kemenparekraf,” ujarnya.

Selain itu, Budyarto juga mengatakan bahwa ekonomi kreatif sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk, sehingga demand terus bertambah. Untuk itu, dengan adanya Barekraf diharapkan bisa menjadi aselerator untuk pertumbuhan industri kreatif.

“Sekarang ibaratnya induknya akan memfasilitasi semua kegiatan,” kata dia.

Sebelumnya Kepala Batejraf, Triawan Munaf mengatakan target kontribusi industri kreatif terhadap PDB nasional sebesar 14 persen di tahun 2015. Namun, dia tidak menjelaskan lebih rinci mengenai sektor yang akan mendapat prioritas dan program-program yang akan dilakukan untuk mencapai target tersebut.

“Saya belum bisa mengatakan angka sekarang. Tapi yang jelas semua sektor akan mendapat prioritas. Program-program apa saja juga kami belum bisa sebutkan, yang jelas kamu akan membuay lokomotif program, misalnya film,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka