Jakarta, Aktual.co —Para pejabat di jajaran Pemprov DKI yang baru dilantik Jumat 2 Januari, diminta tidak lagi mentolerir praktik suap menyuap.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta mereka agar segera melapor jika melihat praktik tersebut. Karena dia mengaku sering mendapat laporan mengenai budaya suap menyuap di Pemprov DKI.
“Saya tidak mau dengar lagi sudah dicopot baru lapor sama saya. Saya ditekan, saya diperas, didzhalimi, diminta setoran,” kata dia, di Monas, Jumat (2/1).
Ahok juga mengancam Sekretaris Kota (Sekko) yang juga menjadi Ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T). Jika kedapatan ‘bermain’ dalam proses pembebasan lahan, sanksinya bukan lagi hanya pencopotan. Tapi akan diserahkan ke proses hukum.
“Kita akan amati saudara (pejabat) dari gaya hidup, transaksi uangnya. Kita akan monitor habis termasuk yang hobi ke luar negeri. Bila masih korupsi, nekat melakukan kebiasaan lama, atau saudara marah pada saya, saya akan peringatkan pada saudara hati-hati. Karena saya juga marah pada saudara yang masih curi uang rakyat,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh: