Jakarta, Aktual.com — Kolonialisme dan imperialisme masih dan kembali tumbuh subur di republik ini. Kader-kader neolib terbukti masih bercokol di posisi-posisi penting negara.

Karena posisinya itu pula mereka semakin lancang dan lantang menyuarakan agenda-agenda politiknya di republik ini.

Lalu, pada gilirannya ada yang mengatakan nasionalisme kita sebaiknya ditaruh didalam kantong. Ada juga yang mengatakan bahwa batas-batas negara sekarang sudah tidak penting lagi di era globalisasi.

“Ada juga yang mengusulkan agar sumber daya alam tambang kita sebaiknya diberikan ijin produksinya seumur hidup dan ada yang mengatakan China itu sahabat kita,” kata Bastian P Simanjuntak, ketua panitia Rapat Kerja Nasional Gerakan Selamatkan Indonesia di Jakarta, Selasa (29/3) malam.

Di saat bersamaan, kedaulatan Indonesia di Natuna secara sengaja dimasuki oleh kapal ikan illegal China kapal coast guard China. Lalu, ada yang mengatakan seharusnya kita sudah miskin tahu diri.

“Dia ini ngotot dengan pembangunan reklamasi Pantai Utara Jakarta, dan dia akan menjual Ancol kepada asing.”

Di jaman serba canggih saat ini, orang bisa mengedit gambar, video, suara, membuat animasi. Mereka mencari-cari celah, mengedit Undang-Undang Dasar dan peraturan lain dibawahnya. Sampai-sampai ada salah satu calon pemimpin daerah yang sedang berkuasa ngotot membuat partai illegal sendiri.

“(Partai itu) memakai nama menggunakan bahasa Batak Matemahok, yang artinya mati aja luh…,” ujar Bastian.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu