New York, Aktual.com – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York berkolaborasi dengan New York Indonesia Fashion Week (NYIFW) menyelenggarakan acara fashion show yang bertemakan Batik Fashion and Culture dengan menghadiri lima desainer brand asal Indonesia dan dua desainer diaspora Indonesia asal New York, di Ruangan Pancasila, Gedung KJRI New York, Jum’at (10/9) lalu.

Lima desainer brand asal Indonesia yaitu, joni Permana featuring Kampoeng Tjibarani, Indah Darry, Sakamade Boutique by Tari Made, Mama Theodora by Theodora Matruttyu De Lima, dan DR Rosaline Rumaseuw by Indah Darry. Dan dua desainer diaspora Indonesia asal New York yaitu, Marry Indo by Merry Salmeri dan Sasmita Batik by Novi Palluch.

Fashion show dimulai dengan penampilan audio dan visual Tarawangsa dari Kampoeng Tjibarani Bandung untuk menyabut Dewi Sri (Sri Pohaci) yang menggunakan gaun rancangan desainer Joni Permana yang bernuansa gelap yang elegan dipadu padankan dengan corak keemasan laksana padi yang siap dipanen.

Acara dilanjutkan dengan penampilan batik corak Borneo rancangan desainer Indah Darry dilanjutkan dengan penampilan busana dengan corak batik penari bali dari desainer Tari Made. Busana rancangan Tari Made mengombinasikan model busana modern seperti hoodie dengan corak batik penari bali, melalui perpaduan warna-warna terang dengan tetap memperhatikan pakem batik yang ada.

Penampilan busana karya desainer Theodora Matrutty de Lima didominasi oleh kain tenun dengan desain terinspirasi oleh kearifan lokal dan alam daerah Maluku yang kaya akan sumber daya laut seperti perikanan dan kerang-kerangan. Selanjutnya, desainer Novi Palluch menampilkan busana santai dengan perpaduan warna cerah seperti biru muda, kuning, dan cokelat muda yang cocok digunakan di saat musim panas.

Acara ditutup dengan penampilan desain khusus batik papua dari Dr. Rosaline Rumaseuw by Indah Darry. Motif batik papua rancangan Indah Darry hadir dengan desain khusus yang mengakomodasi elemen-elemen kekayaan dan kekhasan bumi dan budaya Papua dari tujuh wilayah adat di Papua dalam satu kemasan kreasi motif batik yang banyak memperoleh perhatian peserta.

Fashion show ini bukan hanya ajang promosi industri kreatif Indonesia, tetapi juga menjadi peluang mempertemukan desainer dan pemilik brand dengan pelaku bisnis fashion di New York. Kegiatan ini juga turut mempromosikan Indonesia yang multietnis dan budaya, direfleksikan dengan corak batik nusantara, yaitu Jawa Barat, Kalimantan, Maluku, Bali, dan Papua serta dari sisi geografis mengilustrasikan masyarakat Indonesia yang agraris dan maritim.

(A. Hilmi)