Jokowi Bertemu Zelensky di Ukraina, Ini Sederet Hal yang Dibahas (Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency)

Jakarta, aktual.com – Presiden Joko Widodo alias Jokowi menjadi pemimpin Asia pertama yang mengunjungi negara berkonflik Ukraina dan Rusia untuk membawa pesan damai, dan memperjuangkan kemerdekaan bagi negara yang dijajah.

Langkah berani Presiden Jokowi ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Ukraina, karena Presiden Jokowi dinilai sangat berani datang di saat perang sedang berlangsung. Bahkan, masyarakat Ukraina menyampaikan pesan mendalam kepada orang nomor satu di Indonesia itu.

“Dari hasil pertemuan saya dengan berbagai tokoh masyarakat Ukraina, mereka sangat berterima kasih atas aksi solidaritas Presiden Jokowi mengunjungi Ukraina sebagai perwujudan kepedulian masyarakat Indonesia untuk Ukraina,” kata Mantan Duta Besar Indonesia untuk Ukraina Yuddy Chrisnandi dalam webinar yang difasilitasi Nusantara Leadership Forum terkait pemaparan terkini situasi Ukraina yang dikutip pada, Kamis (5/10).

Dalam webinar itu, Yuddy menjadi satu-satunya narasumber dan sedang melakukan kunjungan ke Ukraina dalam upaya memberikan dukungan solidaritas kepada masyarakat Ukraina. Menurut Yuddy, Presiden Jokowi sangat berani untuk datang langsung ke Ukraina dengan membawa misi perdamaian.

“Presiden Jokowi begitu berani melakukan kunjungan ke dua tempat sekaligus, ke Ukraina dan ke Rusia untuk membawa pesan kemerdekaan bagi Ukraina. Bahkan Presiden Jokowi menjadi pemimpin negara Asia pertama yang datang langsung ke Ukraina sejak negara itu diinvasi Rusia,” ucapnya.

Dikatakan Yuddy, Presiden Jokowi sangat konsisten mendukung kemerdekaan Ukraina. Sikap konsisten Presiden Jokowi ini tidak hanya ditunjukkan dengan kunjungan ke Ukraina saja, tetapi juga dilakukan dalam pertemuan-pertemuan resmi dalam negeri, serta menunjukkan sikap resmi Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri yang menolak refrendum sepihak Rusia.

“Saya menyaksikan di awal pidato pada rakor bersama menteri dan kepala daerah beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi menegaskan posisi Indonesia mengenai pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina. Begitu pula, Kemenlu menyampaikan pernyataan resmi bahwa Pemerintah Indonesia mendesak Rusia menghormati kedaulatan dan wilayah teritorial Ukraina,” jelasnya.

Yuddy juga memaparkan terkait kondisis Kota Kyiv selama dirinya berkunjung ke Ibu Kota Ukraina itu, dimana situasi di kota Kyiv sudah berangsur pulih dan sebagaimana layaknya kota-kota besar lainnya, toko-toko sudah mulai buka, aktivitas pemerintahan hingga aktivitas sekolah anak-anak sudah mulai membaik.

“Saya juga melihat bagaimana posisi-posisi pengamanan pintu masuk ke Ibu Kota Kyiv yang sekalipun tidak terlalu banyak terlihat tentara tetapi posisi-posisi strategi pengamanannya sangat cukup baik secara umum di kota Kyiv, Ibu Kota Ukraina,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga memaparkan terkait peluang kerjasama Indonesia dengan Ukuraina. Menurutnya, banyak peluang kerjasama yang bisa dijalin. Diantaranya kerjasama di bidang militer, ekonomi hingga industri.

“Karena ini sudah terjalin dengan baik, industri militer juga berkembang dengan baik di Ukraina dan Indonesia ke depan bisa melanjutkan kerjasama di bidang militer apakah itu pendidikan militernya, kemampuan tempurnya atau pengembangan senjatanya,” paparnya.

Yuddy juga menyoroti produksi gandum di Ukraina yang melimpah meski dalam kondisis perang. Menurut Yuddy, kerjasama dalam bidang pertanian ini akan menguntungkan Indonesia dan Ukraina, dimana Indonesia sangat tergantung pada Ukraina untuk pasokan industri makanan yang berasal dari gandum.

“Kerjasama di bidang pangan ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan pangan Indonesia. Disarankan agar Pemerintah Indonesia melalui para pengusaha di sektor agroindustri untuk dapat memiliki atau konsen dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki lahan gandum yang besar di Ukraina untuk kebutuhan pasar Ukraina,” akuinya.

Kemudian, Yuddy juga melihat peluang untuk melakukan kerjasama di bidang industri teknologi energi baru terbarukan.

“Ukraina mampu mengembangkan industri solar shell yang sangat luas seperti teknologi yang dikembangkan di Jerman dan Indonesia ke depan perlu mengembangkan kerja sama,” pungkasnya. (***)

(Tino Oktaviano)