Malang, Aktual.co — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menuai reaksi dari masyarakat. Hari ini, Senin (30/3) di depan kantor Balai Kota Malang, ratusan Dokter dan Perawat serta mahasiswa menggelar aksi demo terkait hal tersebut.
dr. Wiwi Wijaya, kordinator aksi mengatakan, kenaikan harga BBM terjadi lantaran pemerintah melempar harga minyak ke pasaran, sehingga, harga BBM menjadi fluktuatif.
“Rakyat hanya butuh kepastian, kalau harga BBM tidak stabil, maka rakyat tidak memiliki kepastian,” terangnya.
Naiknya harga bahan pokok, tiket kereta api dan rencana naiknya tarif dasar listrik juga, menjadi koreksi terhadap pemerintahan Jokowi-JK. “Kami turun aksi karena ada beban moral, harus ada yang dibenahi pada bangsa ini,” tandasnya.
Selain permasalahan kenaikan harga BBM, para dokter dan perawat ini juga mengkritisi ketimpangan gaji antara pejabat pemerintah dengan perawat. Gaji PNS yang teramat tinggi dengan beban kerja yang kurang, bila dibanding perawat dan dokter juga menjadi kritikan.
“Penegakan hukum yang compang camping, upaya pelemahan penegak hukum juga morat marit pada masa pemerintahan saat ini,” imbuhnya.
Karenanya mereka menuntut agar Presiden Jokowi segera berbuat sesuatu agar nasib rakyat tidak terombang-ambing. “Janji mengenai Nawa Cita harus segera direalisasikan jangan hanya sebatas janji,” pungkasnya
Artikel ini ditulis oleh:

















