Jakarta, Aktual.co — Ketua PBNU, Said Aqil Siraj berpendapat bahwa perlu adanya perombakan pada kabinet kerja Jokowi-JK yang telah berjalan selama enam bulan ini. Terutama sektor tim ekonomi pemerintahan yang dinilai gagal dalam menjaga stabilitas harga di masyarakat.
“Tim ekonomi Jokowi anjlok. Tim ekonomi tidak menyenangkan, kurs dolar sentuh Rp13.000 lebih, bahkan BBM bakal naik lagi, listrik naik, daya beli turun, pengangguran bertambah,” kata Said kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (14/5).
Kendati demikian, sambung Said, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada presiden sebagai pemegang penuh kekuasan dalam merombak kabinetnya.
“Ya yang merombak itu presiden, bukan saya yang ngomong,” tandasnya menjawab siapa menteri yang pantas diganti.
Artikel ini ditulis oleh:
Novrizal Sikumbang
Eka












