Jakarta, aktual.com – Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pribudiarta Nur Sitepu berharap, beasiswa Pendidikan Kader Ulama dan Kader Ulama Perempuan mencetak pemimpin-pemimpin perempuan yang berperspektif gender.

“Melalui program Pendidikan Kader Ulama dan Kader Ulama Perempuan, kita berharap akan lahir kader ulama dan pemimpin perempuan yang tidak hanya memegang teguh ajaran agama, tetapi juga berperan dalam kepemimpinan yang progresif serta berperspektif gender untuk memberdayakan perempuan dan melindungi seluruh anak Indonesia,” ujar dia dalam keterangan di Jakarta, Rabu (25/1).

Kemen PPPA berkolaborasi dengan Badan Pengurus Masjid Istiqlal (BPMI) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali membuka pendaftaran beasiswa Pendidikan Kader Ulama dan Kader Ulama Perempuan Tahun 2023.

Program yang telah terselenggara sejak 2021 ini, kata dia, merupakan upaya strategis dalam menyelesaikan tantangan terkait dengan isu pemberdayaan perempuan di Indonesia.

Dia mengatakan ulama perempuan merupakan aktor kunci yang diharapkan mampu untuk memainkan peran penting dalam menjawab permasalahan yang dihadapi umat dan turut membangun bangsa.

Staf Ahli Bidang Penanggulangan Kemiskinan Kemen PPPA Titi Eko Rahayu mengatakan program ini untuk mencetak perempuan sebagai ulama sekaligus akademisi, pemimpin, dan praktisi.

“Alumni Pendidikan Kader Ulama dan Kader Ulama Perempuan akan hadir sebagai think tank untuk persoalan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, serta persoalan perlindungan perempuan dan anak dari diskriminasi dan kekerasan,” tutur dia.

Pendaftaran beasiswa Pendidikan Kader Ulama dan Kader Ulama Perempuan telah dibuka sejak 25 Januari 2023 melalui tautan beasiswalpdp.kemenkeu.go.id.

Ada empat tahapan seleksi, yaitu seleksi administrasi, seleksi bakat skolastik, seleksi substansi, dan penetapan penerima beasiswa.

Bagi calon penerima beasiswa yang telah memiliki Letter of Acceptance tidak perlu mengikuti seleksi bakat skolastik.

(Antara)

(Rizky Zulkarnain)