Jayapura, Aktual.com – Anggota Komisi I DPR RI, Yan Permenas Mandenas berjanji akan segera membahas masalah penanganan kawasan perbatasan Papua, bersama Kementrian Luar Negeri. Pasalnya hingga kini, penanganan kawasan perbatasan khususnya perbatasan antara Papua dan Papua Nugini, masih menyisakan berbagai permasalahan yang kompleks.

Hal itu diungkapkan Mandenas, ketika melakukan pertemuan dengan masyarakat adat di wilayah Perbatasan Skouw Wutung, juga pemerintah Kota Jayapura, saat masa reses tahun 2021 di Kota Jayapura, pada Rabu siang.

“Yang jelas, Komisi 1 DPR RI bersama Kmenetrian Luar Negeri memberikan perhatian yang khsuus untuk penanganan wilayah perbatasan,” kata Mandenas, dikutip dari RRI Papua, Kamis (25/2).

Mandenas mengaku, dari pertemuan dengan perwakilan masyarakat wilayah perbatasan, banyak masukan yang diberikan. Termasuk dibahasnya masalah jalur lintas batas, yang masih dipermasalahkan oleh kedua belah pihak.

“Nanti mungkin dalam waktu dekat, kami akan rapat kerja dengan Menteri Luar Negeri dan kita akan minta agar wilayah perbatasan ini lebih diperketat lagi,” ucapnya.

Menanggapi itu, Kepala Kampung Skouw Mabo, Yans Mallo mengaku, saat ini masalah ulayat, infrastruktur dan ekonomi rakyat masih menjadi masalah serius di wilayah perbatasan Skouw Wutung.

“Karena sampai saat ini kawasan atau sebagian tanah di wilayah Perbatasan itu, masih dimiliki oleh masyarakat Papua Nugini. Sehingga selalu menjadi tantangan bagi kami di wilayah Perbatasan. Semoga ini menjadi perhatian Pemerintah Pusat, pak Mandenas bisa menyampaikan aspirasi ini kepada Pemerintah Pusat,” harap Yans.

Sementara itu, Staf Ahli Kepresidenan Wilayah Papua, Laus Deo Calvin Rumayom yang juga hadir pada pertemuan tersebut, mengaku masalah perbatasan adalah masalah klasik yang terjadi berulang. Dirinya berjanji akan berkoordinasi dengan Kepala Staf Ahli Kepresidenan untuk penanganan masalah kawasan perbatasan.

“Presiden dalma waktu dekat akan menggelar rapat teknis percepatan pembangunan, kami harapkan semua masalah yang dihadapi oleh masyarakat Kota Jayapura, terskenario dalam sebuah draf yang sudah didesain oleh Bappeda,” kata Laus.

Masa reses tahun 2021 di Dapil Papua, Yan Permenas Mandenas, yang didampingi Staf Ahli Kepresidenan wilayah Papua, Laus Deo Calvin Rumayom, tak hanya mengunjungi Kota Jayapura, tetapi juga Biak Numfort, Supiori dan Kepulauan Yapen. Dalam reses tersebut mantan anggota DPR Papua ini juga memantau penanganan Covid-19 dan perkembangan vaksinasi di Papua. Mandenas juga memberikan bantuan tiga ribu bibit pohon buah – buahan dan ikan serta bantuan mobil operasional bagi warga di wilayah Perbatasan Skpuw-Wutung.(RRI)

(Warto'i)