Jakarta, aktual.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2020 secara online dan offline pada hari ini, Selasa (30/6), sejalan dengan protokol kesehatan COVID-19 yang mengimbau masyarakat untuk melakukan physical distancing. Agenda RUPST BEI tahun
ini, yaitu:

1) Persetujuan atas Laporan Tahunan termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan dan Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan Untuk Tahun Buku 2019, 2) Penunjukan Akuntan
Publik Perseroan Untuk Tahun Buku 2020, dan 3) Pengangkatan dan Penetapan Honorarium Bagi Anggota Dewan Komisaris Perseroan Masa Bakti 2020-2023 serta Pemberian Uang Jasa Pengabdian Bagi Anggota Dewan Komisaris Perseroan yang Berakhir Masa Baktinya.

RUPST BEI ini dihadiri oleh 93 pemegang saham (atau 95.87% dari jumlah pemegang saham yang memiliki hak suara). Secara aklamasi, Pemegang Saham menyetujui Laporan Tahunan 2019 dan Laporan Tugas
Pengawasan Dewan Komisaris serta Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2019, menunjuk Akuntan Publik PURWANTONO, SUNGKORO & SURJA member dari ERNST & YOUNG GLOBAL (EY) sebagai Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit buku Perseroan untuk Tahun Buku 2020, dan memberikan persetujuan Pengangkatan dan Penetapan Honorarium Bagi Anggota Dewan Komisaris
Perseroan Masa Bakti 2020-2023 Serta Pemberian Uang Jasa Pengabdian Bagi Anggota Dewan Komisaris Perseroan yang Berakhir Masa Baktinya.

Kinerja Bursa Efek Indonesia Tahun 2019

Sepanjang tahun 2019 BEI berhasil menjamin terselenggaranya aktivitas perdagangan berjalan dengan lancar dan mampu meningkatkan berbagai pencapaian dari tahun sebelumnya, mulai dari peningkatan jumlah dan partisipasi investor, peningkatan kuantitas dan kualitas Perusahaan Tercatat dengan jumlah pencatatan perusahaan baru tertinggi di ASEAN, peningkatan frekuensi perdagangan tertinggi di ASEAN, serta
peningkatan kapasitas Anggota Bursa dan perluasan Partisipan.

Prestasi dan pencapaian yang diperoleh oleh BEI merupakan cerminan respon pasar yang positif. Adapun pencapaian yang telah BEI raih sepanjang tahun 2019 di antaranya, yaitu dari segi perdagangan, BEI berhasil
menjadi bursa yang mencapai jumlah frekuensi transaksi harian saham tertinggi di kawasan ASEAN.

Pada 2019, rata-rata transaksi harian BEI mencapai 469 ribu transaksi per hari, lebih unggul dari Thailand yakni 308 ribu transaksi per hari. Dari segi Perusahaan Tercatat, pada 2019 BEI berhasil memfasilitasi 76 pencatatan efek baru yang terdiri
dari 55 Perusahaan Tercatat, atau merupakan angka pencatatan tertinggi di ASEAN, kemudian diikuti pencatatan 14 Exchange Traded Fund (ETF), 2 Efek Beragun Aset (EBA), 2 Perusahaan Penerbit Obligasi
Baru, 2 Dana Investasi Real Estat (DIRE) dan 1 Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA).
Dari segi pengembangan investor, pada 2019 total jumlah investor di Pasar Modal Indonesia mencapai 2,48 juta, atau mengalami pertumbuhan sebesar 53% dari tahun 2018 sebanyak 1,6 juta. Sementara pada periode yang sama, investor saham telah mencapai 1,10 juta investor atau naik 30% dibandingkan tahun 2018 yang
baru mencapai sebanyak 852 ribu investor. Sampai dengan Mei 2020, jumlah investor Pasar Modal Indonesia mencapai 2,81 juta, dengan investor saham mencapai angka 1,19 juta investor.

Serangkaian inisiatif strategis yang diluncurkan pada 2019, di antaranya peluncuran indeks IDX Value 30
dan IDX Growth 30, implementasi sistem pelaporan Perusahaan Tercatat terintegrasi IDXNet-SPE OJK, Implementasi e-Registration untuk pendaftaran Efek secara elektronik, serta Papan Akselerasi yang bertujuan
untuk memfasilitasi penggalangan dana perusahaan kecil dan menengah.

Selain itu, untuk terus memperluas jangkauan Pasar Modal Indonesia, BEI telah memperluas jaringan distribusi, seperti menempatkan Kantor Perwakilan di kota-kota besar di Indonesia dan bekerjasama dengan Perguruan Tinggi dan Institusi untuk
mendirikan Galeri Investasi. Sampai dengan akhir 2019, telah tersedia 30 Kantor Perwakilan, 464 Galeri Investasi, dan 448 komunitas investor di seluruh Indonesia.
Selain berhasil mengimplementasikan program-program strategis BEI pada 2018, BEI juga berhasil meraih beberapa penghargaan, yaitu menyandang titel Best Islamic Capital Market dari Global Islamic Finance Award (GIFA) dan Best Companies to Work for in Asia dari HR ASIA.

Sebagai komitmen dalam mendukung pembangunan pasar modal yang berkelanjutan, serta sejalan dengan
best practice bursa di tingkat global, pada 18 April 2019 BEI telah resmi bergabung dengan Sustainable Stock Exchange Initiative, yakni perkumpulan bursa-bursa dunia yang menitikberatkan pada program-program keuangan berkelanjutan. Beberapa contoh inisiatif ini telah Perseroan lakukan, yaitu pengiriman buku Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) dan Laporan Tahunan BEI secara digital, dan pengurangan
penggunaan plastik botol minum, serta beberapa inisiatif lainnya.

Pengesahan Laporan Keuangan PT Bursa Efek Indonesia Tahun 2019

Adapun pada 2019 BEI telah berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,56 triliun atau meningkat 12,4% dari pendapatan usaha di tahun 2018 yakni Rp1,38 triliun. Secara keseluruhan jumlah total pendapatan
Perusahaan sebesar Rp1,91 triliun atau meningkat 16,2% dari tahun 2018 yakni Rp1,64 triliun. Jumlah beban di tahun 2019 sebesar 1,33 triliun atau meningkat 5,3% dari tahun 2018. Meski terdapat kenaikan beban,
Perusahaan tetap berhasil mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp445 miliar di tahun 2019 atau tumbuh 67,4%.

Pada 2019, BEI membukukan nilai total aset sebesar Rp7,20 triliun atau mengalami kenaikan 5,8% dari tahun 2018. Total kewajiban Perusahaan (liabilitas) sebesar Rp2,75 triliun atau turun 5,8% dengan komponen utama penurunan berasal dari liabilitas penyelesaian transaksi Bursa. Terakhir, total ekuitas Perusahaan
sebesar Rp4,45 triliun atau mengalami kenaikan 14,6% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris

Perseroan Masa Bakti 2020- 2023
Sebagaimana diketahui, para Pemegang Saham telah menggunakan haknya untuk mengajukan calon anggota Dewan Komisaris Perseroan masa jabatan 2020-2023, dengan mengacu kepada ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 58/POJK.04/2016 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Bursa Efek (untuk selanjutnya disebut sebagai “POJK 58”). OJK telah menetapkan Anggota Dewan Komisaris Perseroan terpilih, sesuai dengan surat OJK kepada Perseroan Nomor: S-169/D.04/2020 tentang Penyampaian Daftar Calon Anggota Dewan Komisaris Terpilih PT Bursa Efek Indonesia Masa Jabatan 2020 sampai dengan 2023.

Adapun susunan Dewan Komisaris masa jabatan 2020-2023 Terpilih dalam Rapat yang telah memenuhi ketentuan Pasal 32 ayat 1 huruf b POJK 58 adalah sebagai berikut:

ketentuan Pasal 32 ayat 1 huruf b POJK 58 adalah sebagai berikut:
Jabatan Nama
Komisaris Utama John A. Prasetio
Komisaris Mohammad Noor Rachman Soejoeti
Komisaris Heru Handayanto
Komisaris Karman Pamurahardjo
Komisaris Pandu Patria Sjahrir
Kami ucapkan selamat bertugas kepada Anggota Dewan Komisaris BEI Periode 2020-2023. AKTUAL/Eko S Hilman