Jakarta, Aktual.co — Pengamat pasar modal Teguh Wirahadikusumah mengatakan bahwa peraturan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) yang memudahkan perusahaan sektor pertambangan mineral dan batubara melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) belum direspon pasar.

“Walau ada peraturan yang menggembirakan itu, namun kalau prospek ke depan belum baik investor masih tetap akan menunggu,” ujar Teguh Wirahadikusumah yang juga Head of Structured Finance Mandiri Sekuritas di Jakarta, dikutip Aktual, Jumat (7/11).

Pada 1 November 2014, BEI efektif memberlakukan Peraturan Nomor I-A.1. tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan di Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Beberapa pokok dalam peraturan itu diantaranya, calon perusahaan tercatat harus memiliki izin usaha pertambangan (IUP) operasi produksi atau izin usaha pertambangan khusus (IUPK) operasi produksi dan dapat dalam kondisi telah menjalankan tahapan penjualan, telah melaksanakan tahapan produksi namun belum sampai penjualan, atau belum memulai tahapan operasi produksi.

“Jika ada perusahaan sektor pertambangan itu mengajukan IPO sementara belum memulai tahapan operasi maka akan muncul ketidakpastian bagi investor yang menyerap,” kata Teguh.

Menurut dia, agar peraturan itu efektif maka regulator harus gencar melakukan edukasi kepada investor mengenai peraturan itu, dengan begitu investor menjadi tidak ragu untuk menempatkan dananya pada saham perusahaan yang masuk dalam kategori peraturan Nomor I-A.1 itu.

“Perusahaan yang masuk dalam kategori peraturan itu cenderung memiliki ketidakpastian yang tinggi sehingga harus ada diskon, apalagi saat ini industri sektor pertambangan cenderung menurun,” katanya.

Sementara itu, Direktur BNI Securities Daniel Nainggolan mengatakan bahwa perusahaan yang masuk dalam kategori peraturan Nomor I-A.1 itu harus memiliki prospek yang positif agar investor tertarik masuk.

“Intinya dari perusahaannya, kalau perusahaan itu memiliki prospek yang bagus maka ke depan juga akan bagus,” katanya.

()

(Eka)