Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian. Aktual/HO

Beijing, aktual.com — Pemerintah China mengumumkan akan memberikan bantuan kemanusiaan darurat kepada empat negara di kawasan Timur Tengah, yakni Iran, Yordania, Lebanon, dan Irak, seiring meningkatnya krisis akibat eskalasi konflik.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan penderitaan masyarakat yang terdampak.

“China telah mengumumkan keputusan untuk memberikan bantuan kemanusiaan darurat kepada Iran, Yordania, Lebanon, dan Irak. Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan situasi kemanusiaan yang sulit yang sedang dihadapi oleh masyarakat di sana,” ujar Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Selasa.

Berdasarkan data Badan Pengungsi PBB (UNHCR), hampir 25 juta orang terdampak eskalasi militer yang signifikan di kawasan Timur Tengah, termasuk di Azerbaijan, Siprus, negara-negara Teluk, Iran, Irak, Israel, Yordania, Lebanon, dan Suriah.

Lin Jian menegaskan bahwa China tetap berkomitmen pada prinsip kemanusiaan dan solidaritas global.

“China tetap berkomitmen pada visi pembangunan komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia, semangat internasionalisme, serta semangat kemanusiaan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa konflik yang berlangsung telah memicu bencana kemanusiaan yang serius di kawasan tersebut.

“China menaruh simpati yang mendalam kepada masyarakat di negara-negara terkait, dan hati kami turut merasakan kepedihan mereka,” ujarnya.

China, lanjut Lin Jian, juga akan terus mendorong upaya gencatan senjata dan pemulihan stabilitas kawasan guna menghentikan meluasnya krisis.

Sementara itu, kondisi kemanusiaan di sejumlah negara semakin memprihatinkan. Di Iran, hingga 12 Maret, antara 600.000 hingga 1 juta rumah tangga dilaporkan mengungsi akibat konflik.

UNHCR menyebut situasi tersebut menciptakan lingkungan berbahaya bagi warga sipil maupun pekerja kemanusiaan, dengan pusat bantuan menerima lebih dari 250 panggilan dari pengungsi setiap hari.

Di Lebanon, jumlah pengungsi internal telah melampaui 816.700 orang yang tersebar di lebih dari 440 lokasi penampungan, dengan lonjakan hingga 100.000 orang dalam satu hari. Banyak warga mencari perlindungan ke wilayah yang dianggap lebih aman seperti Gunung Lebanon, Beirut, distrik utara, dan sebagian Bekaa.

UNHCR juga telah menyalurkan lebih dari 65.000 bantuan kepada sekitar 22.000 pengungsi dalam waktu empat hari, berupa kebutuhan dasar seperti kasur, selimut, jerigen, lampu tenaga surya, dan tikar tidur.

Di Suriah, arus pengungsi terus bertambah dengan lebih dari 78.100 warga Suriah kembali ke negaranya serta sekitar 7.800 warga Lebanon melarikan diri dari serangan di wilayahnya.

Sementara itu, ketegangan juga terjadi di perbatasan Afghanistan dan Pakistan, dengan sekitar 115.000 orang mengungsi di Afghanistan dan sekitar 3.000 orang di Pakistan, di tengah kondisi yang sudah rapuh.

UNHCR menyoroti adanya kesenjangan pendanaan yang signifikan dalam penanganan krisis di berbagai negara terdampak, dan menyerukan dukungan tambahan dari para donor internasional untuk memenuhi kebutuhan mendesak para pengungsi.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt