Semarang, aktual.com – Sebuah gasing kuno seberat 15 kilogram dipajang di salah satu ruangan gedung Lawang Sewu Semarang.

Gasing berbentuk jantung pisang dengan ukuran jumbo itu sengaja dipertontonkan pengunjung pameran di Pekan Budaya Indonesia (PBI) sejak tanggal 7-10 Agustus 2015.

Anggota Komunitas Gudang Dolanan Indonesia, Gilang Hiwang Alit, mengatakan gasing jumbo seberat 15 kilogram itu didatangkan langsung dari wilayah pedalaman Bangka Belitung.

“Gasing ini dibuat dari kayu waru setelah itu dipahat dan dibentuk seperti guci atau jantung pisang,” kata dia, saat menunjukan gasing kepada Aktual.com, Minggu (9/8).

Ia mengatakan, gasing jumbo hasil karya peserta Bangka Belitung sampai kini masih dijadikan mainan Melayu asli.

Ia menuturkan cara bermain gangsing cukup mengandalkan seutas tali yang dililitkan di ujung gasing ini diyakini masih digemarin banyak orang bahkan tetap eksis hingga 50 tahun ke depan.

Ia berujar, permainan gasing punya segudang filosofi. Gasing yang mampu berputar lama, kata dia, karena memiliki keseimbangan di semua sisinya. Hal ini juga berlaku bagi manusia, di mana bila manusia dapat menjaga keseimbangan hidupnya maka harapan hidupnya pun jauh lebih lama.

Selain gasing jumbo, dipamerkan pula 400 buah gasing yang berasal dari penjuru tanah air. Ia menyebutkan, ratusan gasing itu terdiri dari tiga jenis yakni gasing adu pukul, adu putar dan adu bunyi. “Ada banyak ukuran gasing di sini mulai seukuran biji buah hingga sebesar guci,” ucap dia.

Pameran PIB di Lawang Sewu, merupakan rangkaian event yang dibuka Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, di Simpang Lima, jumat (7/8) kemarin.

Selain Lawang Sewu, event nasional tersebut juga diadakan di beberapa lokasi lainnya mulai 7-10 Agustus 2015.

()