Jakarta, Aktual.com — Permata Bank menilai daya beli kelas menengah untuk berwisata ke Jepang masih terjaga. Hal tersebut tercermin dari penawaran diskon tiket hingga Rp14 juta dalam gelaran Permata Bank x Japan Airlines Travel Fair 2026, yang menunjukkan keberanian konsumen melakukan belanja perjalanan bernilai besar.

Division Head Consumer Lending Permata Bank Haryanto, mengatakan program tersebut dirancang untuk menekan biaya perjalanan nasabah. “Kami menyiapkan diskon tiket pulang-pergi hingga Rp12 juta, ditambah cashback Travel Fair hingga Rp2 juta,” ujarnya dalam konferensi pers Permata Bank x Japan Airlines (JAL) Travel Fair di World Trade Center 3, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan diskon berlaku dengan skema pembayaran menggunakan kartu kredit Permata Bank di agen perjalanan yang berpartisipasi selama pameran. Potongan harga dan cashback diberikan dengan ketentuan nilai transaksi minimum yang telah ditetapkan.

“Nasabah tidak perlu membeli produk tambahan. Cukup bertransaksi menggunakan kartu kredit Permata Bank sesuai ketentuan minimum transaksi,” lanjut Haryanto.

Selain potongan harga, nasabah juga dapat memanfaatkan fasilitas cicilan nol persen hingga 12 bulan untuk pembelian tiket maupun paket perjalanan. Skema ini diharapkan membantu nasabah mengatur arus kas secara lebih fleksibel tanpa tekanan pembayaran di awal.

Haryanto menambahkan, Permata Bank juga membuka layanan pengajuan kartu kredit di lokasi acara bagi pengunjung yang belum menjadi nasabah. Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat langsung memanfaatkan berbagai promo yang tersedia.

Permata Bank x Japan Airlines Travel Fair 2026 fase pertama akan digelar pada 15–18 Januari 2026 di Atrium 2 Lippo Mall Puri, Jakarta. Pameran ini menghadirkan sembilan agen perjalanan serta sejumlah mitra pendukung guna mempermudah perencanaan liburan ke Jepang.

Dari sisi maskapai, Japan Airlines menilai tren perjalanan wisata dari Indonesia ke Jepang masih stabil. Sales Manager Japan Airlines, Benny Herlian, menyebut Jepang tetap diminati karena faktor keamanan, kemudahan transportasi, serta ragam destinasi.

Selain Tokyo dan Osaka, minat wisatawan Indonesia mulai bergeser ke kota lain seperti Sapporo dan kawasan Tohoku. Pergeseran ini mencerminkan meningkatnya minat terhadap pengalaman wisata yang lebih beragam dan personal.

Terkait rencana kenaikan pajak keberangkatan di Jepang pada 2026, Benny menegaskan pihak maskapai akan mengikuti ketentuan pemerintah setempat dan belum melihat dampak signifikan terhadap minat wisatawan.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi