Jakarta, Aktual.co —Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta mengakui keberadaan rumah susun di DKI saat ini masih belum bisa menampung keseluruhan warga korban penggusuran Pemprov DKI.
Kepala Dinas Perumahan dan Gedung DKI Yonathan Pasodung mengatakan tahun ini pihaknya masih genjot pembangunan rusun di beberapa kawasan. Sesuai target dan instruksi Gubernur. Yaitu membangun 50.000 unit rusun di tahun depan.
“Tahun ini kami belum bisa penuhi. Tetapi pembangunan rusun terus menerus kami lakukan. Mudah-mudahan bisa bangun. Tergantung anggaran dan kondisi lahan,” ujar Yonathan, di Balai Kota, Senin (29/12).
Untuk pembiayaannya, akan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI, APBN, maupun CSR. Saat ini, pihak swasta sudah ada yang melakukan perjanjian dengan Pemprov DKI. “Sudah ada MoU (kesepakatan)-nya. Summarecon bangun empat blok di Rawa Bebek, Intiland juga dua blok. Ada juga kemungkinan dari perusahaan lain mau bangun juga,” kata dia.
Bagi sebagian warga korban penggusuran, saat ini ada rusun yang masih kosong dan bisa ditempati warga. Seperti di Cipinang Besar Selatan masih ada 200 unit rusun yang kosong.
“Kalau untuk warga di Kali Apuran itu potensi relokasinya ke Komarudin ada 200 unit. Kalau kurang juga bisa ke Cibesel,” lanjutnya.
Sedangkan untuk warga Kampung Pulo, pihaknya telah menyiapkan rusun di Jatinegara Barat dan Cibesel. “Tapi itu kan tergantung mereka, mau atau tidak.”
Artikel ini ditulis oleh:

















