Suasana museum Bursa Efek Indoneaia (BEI) di Jakarta, Kamis (26/4). Kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang masih akan berlangsung hingga tahun depan serta imbal hasil surat utang AS yang menembus level psikologis menyebabkan pasar saham Asia meriang sepekan ini. IHSG turun 2,81% ke 5.909. IHSG menggenapi penurunan sepekan atau lima hari perdagangan berturut-turut. Kamis (26/4), Dalam lima hari penurunan, IHSG merosot 7,03%. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meningkat tipis 5,69 poin atau 0,10% ke level 5.739,33 pada penutupan sore ini, Kamis (5/7).

Meningkatnya IHSG bertolak belakang dengan kondisi bursa saham yang seharian berada di zona merah.

Kenaikan terjadi di enam sektor. Kenaikan tertinggi tampak pada sektor tambang sebesar 1,69%, sektor infrastruktur 1,32%, dan sektor perdagangan 1,20%.

Empat sektor turun. Koreksi terbesar tampak pada sektor barang konsumer yaknis 1,14%. Sektor perkebunan turun 0,94%. Sektor keuangan turun 0,51% dan sektor manufaktur tergerus 0,43%.

Sebanyak 202 saham masih tercatat turun. Ada 177 saham menguat dan 114 saham flat. Total volume transaksi bursa mencapai 7,33 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 5,89 triliun.

Top gainers LQ45 hari ini adalah:

1. PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) 8,33%
2. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) 6,15%
3. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) 4,60%

Top losers LQ45 adalah:
1. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) -8,91%
2. PT Adhi Karya Tbk (ADHI) -5,88%
3. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) -5,28%

Investor asing mencatat net sell Rp 136,4 miliar di seluruh pasar. Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PGAS Rp 62,2 miliar, BBTN Rp 57,6 miliar, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 42 miliar.

Saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 72,1 miliar, PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Rp 32,4 miliar, dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Rp 29 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Teuku Wildan