Jakarta, Aktual.co — Beras dan ikan segar mengalami penrunan harga terbesar pada April 2015. Hal ini yang mengakibatkan kedua komoditas tersebut sebagai faktor penghambat inflasi (deflasi) April 2015 yang mencapai 0,36 persen.
“Beras andil deflasi 0,2 persen, perubahan harga turunnya 4,82 persen. Pasokannya lancar dan melimpah suplainya karna sudah masuk masa panen,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin di kantor BPS Jakarta, Senin (4/5).
Selain itu, pasoan ikan yag berlimpah juga menekan laju inflasi April 2015. Dengan andil deflasi sebesar 0,02 persen.
“Perubahan harganya turun 0,62 persen, ikan bandeng 1,38 persen turunnya,” kata dia.
Sementara itu, Suryamin juga menjelaskan faktor penyumbang inflasi terbesar pada April, yaitu:
1. Bensin andil inflasi 0,22 persen dengan kenaikan harga 5,68 persen. Kenaikan harga bensin terjadi di seluruh kota IHK.
2. Bawang merah andil inflasi 0,06 persen dengan kenaikan harga 11,58 persen.Terjadi kenaikan di 79 kota IHK.
3. Tarif angkutan dalam kota andil inflasi 0,04 persen dengan kenaikan harga 2,14 persen. Terjadi kenaikan di 18 kota IHK.
4. Bahan bakar rumah tangga, andil inflasi 0,03 persen dengan kenaikan harga 1,88 persen. Terjadi kenaikan di 70 kota IHK.
5. Tarif kereta api, andil inflasi 0,03 persen dengan kenaikan harga 20,94 persen. Terjadi kenaikan di 21 kota IHK.
6. Gula pasir, andil inflasi 0,02 persen dengan kenaikan harga 3,02 persen. Terjadi kenaikan di 72 kota IHK.
7. Tarif angkutan udara, andil inflasi 0,02 persen dengan kenaikan harga 2,98 persen. Terjadi kenaikan di 72 kota IHK
Artikel ini ditulis oleh:
Eka

















