Jakarta, Aktual.co — Kelainan urologi pada anak umum dijumpai dan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kelainan bawaan (kelainan yang terjadi selama kehamilan, red), gangguan kantung kemih dan mengompol (inkontinensia), trauma, tumor, infeksi dan batu saluran kemih.

Menurut dr. Arry Rodjani SPpU (K) menjelaskan pada saluran kemih, kelainan terbanyak berupa hidronefrosis (pelebaran saluran piala ginjal) dan kista ginjal.

“Gejala klinis yang dijumpai bisa berupa gejala-gejala infeksi saluran kemih (gangguan berkemih, demam, berat badan yang tidak bertambah, red) dan pembesaran perut (akibat pembesaran ginjal, red),” jelasnya ditemui di Hotel Arya Duta, kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/5).

Sementara itu, menurut dokter Arry, kelainan alat kelamin anak laki-laki sangat bervariasi. Mulai dari ukuran penis yang kecil (mikropenis), penis yang tidak muncul (umumnya karena tertutup lapisan lemak di bagian bawah perut, red), lubang kencing yang tidak normal, bisa terletak di bagian bawah (hipospadia) atau di bagian atas penis (epispadia), buah zakar (testis) yang tidak turun, dan adanya benjolan pada kantung kemaluan (bisa suatu hernia bila isinya usus ataupun hidrokel bila isinya cairan, red).

“Untuk diagnostik dan penatalaksanaan berbagai kelainan tersebut, sudah ada berbagai prasarana penunjang untuk pemeriksaan laboratorium, ultrasonografi, uroflowmetri, dan urodinamik serta peralatan operasi endoskopi dan laparoskopi anak yang ditangani oleh tim yang meliputi ahli urologi anak, dokter spesialis anak yang mendalami nefrologi, dan dokter rehabilitasi medik,” paparnya.

Artikel ini ditulis oleh: