Jakarta, Aktual.co — Mahkamah Partai Golkar (MPG) menilai sulitnya mewujudkan islah dalam mengakhiri konflik dualisme kepengurusan partai lantaran keduanya sama-sama ingin mendapatkan kursi ketua umum.
Demikian dikatakan Ketua Majelis MPG, Muladi, di Jakarta, Rabu (4/3).
Muladi menjelaskan, perundingan untuk mengupayakan islah sudah berjalan sejak lama. Bahkan, upaya damai dilakukan saat persidangan MPG berlangsung. Beberapa kesepakatan telah tercapai, diantaranya mengenai pilkada serentak dan kesepakatan bahwa pihak yang kalah tidak akan membentuk partai baru.
“Tapi yang paling sulit disepakati adalah siapa yang akan menjadi ketua umum, ketua harian, itu wajar. Karena semua mau menjadi ketua umum,” ucap dia.
Muladi optimistis konflik Golkar dapat berakhir dengan mekanisme islah. Keyakinan itu setidaknya masih ada sebelum Mahkamah Partai membacakan putusan atas perselisihan kepengurusan Golkar.
Artikel ini ditulis oleh:
Novrizal Sikumbang

















