Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo memberikan beberapa catatan aktual dalam Rapim TNI dan Polri, Selasa (3/3). 
Hal-hal aktual yang menjadi masalah tersebut adalah Terorisme, terkait bagaimana antisipasi ISIS dengan pendekatan Agama, Budaya dan penegakan Hukum. Kemudian masalah Ekonomi, dimana diperlukan sinergisitas antara TNI dan Polri untuk mengendalikan para distributor pasar yang selalu dipermainkan oleh distributor nakal dalam hal inflasi yang cukup tinggi. 
“Narkoba, penegakan hukum dengan menerapkan hukuman mati kepada gembong narkoba. Juga penegakan hukum terkait korupsi,” kata Jokowi, di PTIK, Jakarta.
Selain itu, Human Trafficing, akan dilakukan pemberhentian pengiriman PRT ke luar negeri dalam 3 atau 5 tahun kedepan. Tak kalah penting, pencurian kekayaan laut, penegakan (hukum) dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan dengan menenggelamkan kapal asing yang mencuri kekayaan laut dan pengelolaan laut Indonesia secara maksimal, serta pembangunan pelabuhan dan transportasi laut.
Terakhir,  dibutuhkan kerjasama TNI/Polri di daerah dalam mengatasi ilegal logging dan kebakaran hutan. 
Jokowi menambahkan,  pembangunan dilaksanakan dengan mengutamakan pendekatan TNI dan masyarakat, khususnya di wilayah Indonesia timur. Disinggung juga persoalan gesekan antara TNI/Polri, dan meminta untuk kedepannya tidak ada lagi kejadian serupa di wilayah NKRI.  
“Apabila pertumbuhan lebih besar dari 70% maka kesejahteraan TNI/Polri ditingkatkan dua kali lipat. Revolusi karakter masyarakat menjadi prioritas dengan dipelopori oleh penegak hukum dan TNI/Polri,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh: