Jakarta, Aktual.com – Puluhan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengunjungi 27 perguruan tinggi se-Indonesia, Sabtu (28/10), untuk memberikan pemahaman tentang peran BUMN dalam pembangunan ekonomi nasional.

Untuk Jakarta, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI), Perum Perhutani dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (Inalum) berkerja sama dengan Universitas Paramadina menggelar acara BUMN Hadir di Kampus.

“Dengan adanya BUMN Hadir di kampus tersebut, diharapkan mampu saling memberikan pemahaman tentang kondisi perekonomian nasional dewasa ini,” ujar Dirut PT RNI Didik Prasetyo dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Selain perekonomian nasional, kegiatan berupa seminar diskusi ilmiah yang diikuti sekitar 500 peserta dari seluruh civitas akademika Universitas Paramadina serta beberapa mahasiswa dari Universitas Islam Negeri dan Perbanas itu membahas program-program unggulan BUMN untuk kesejahteraan rakyat.

Didik menambahkan dalam perjalanannya sampai dengan 72 tahun Indonesia merdeka, BUMN telah melakukan perannya sebagai agen pembangunan.

Ia mengatakan BUMN menjadi penggerak dan pilar pemerintah untuk menjalankan program-program prioritas pembangunan nasional dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti tol laut, infrastruktur, ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.

Selain itu, untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat dan akses permodalan untuk usaha mikro, kecil dan menengah, perbankan BUMN melakukan perluasan usaha sampai ke pelosok negeri.

Dijelaskan juga mengenai sinergitas BUMN dan kampus untuk riset serta komersialisasi, pembangunan jaringan dan peningkatan rasa nasionalisme.

Dengan adanya sinergitas antara kedua lembaga, ujar Didik, pengembangan keilmuan sekaligus situasi perekonomian nasional di Indonesia akan meningkat.

Selain Universitas Paramadina, perguruan tinggi yang dikunjungi BUMN di antaranya IPB, ITB, UGM, Universitas Diponegoro, Universitas Udayana dan Universitas Cendrawasih.

Sementara BUMN lainnya yang terlibat antara lain Mandiri, Telkom, PGN, Waskita Karya, Pelni, Pertamina, Jiwasraya, Bulog, Antam, Pegadaian dan Pupuk Indonesia.

ANT

Artikel ini ditulis oleh:

Antara
Arbie Marwan