Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo resmi melantik tiga pelaksana tugas (Plt) pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yaitu Taufikurahman Ruki, Indriyanto Seno Aji dan Johan Budi, Jumat (20/2).
Ruki yang merupakan Ketua KPK 2003-2007 dan Johan yang sebelumnya menjabat Deputi Pencegahan KPK tercatat sudah menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Johan Budi Sapto Pribowo tercatat melapor pada 12 Mei 2010 saat menjabat sebagai Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK dengan total kekayaan sebesar Rp 395,385 juta.
Harta tersebut terdiri atas harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan senilai Rp 297,188 juta yang berada di kota Tangerang Selatan dan kabupaten Bogor.
Selanjutnya harta alat transportasi dan mesin sejumlah Rp 150 juta yaitu mobil Toyota Kijang Innova dan harta bergerak lain dan logam mulia senilai Rp 11,5 juta.
Johan juga tercatat memiliki giro senilai RP 166,687 juta dan piutang sejumlah Rp 120 juta, namun juga mempunyai utang Rp 350 juta. Pada 2005, Johan masuk ke KPK dan bekerja di Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK hingga meningkat menjadi Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK pada 2009 sekaligus juru bicara (jubir) KPK.
Johan sudah menjadi jubir KPK sejak 2006 atau tiga tahun setelah KPK resmi berdiri pada Desember 2003 berdasarkan UU No 30/2002 mengenai KPK. Dia pernah juga merangkap sebagai Jubir dan Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK pada 2008-2009, selanjutnya pada 2009 Johan menjadi Kepala Biro Humas KPK.
Karir Johan kemudian meningkat sejak dilantik sebagai Deputi Pencegahan KPK pada 17 Oktober 2014.
Sementara Taufikurahman Ruki terakhir melaporkan harta kekayaan pada 20 Januari 2010 saat menduduki posisi sebagai anggota Badan Pemeriksa Keuangan. Dia memiliki harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan senilai Rp 226,530 juta yang berada di tiga lokasi di kabupaten Tangerang.
Kemudian Ruki juga melaporkan harta bergerak berupa alat transporasi yaitu mobil merek Toyota New Camry dan Toyota Vios senilai total Rp 595 juta ditambah giro dan setara kas lain senilai Rp 138,613 juta dan 10 ribu dolar AS.
Total kekayaan Ruki mencapai Rp 996,143 juta dan 10 ribu dolar AS. Ruki adalah purnawirawan polisi yang terakhir berpangkat inspektur jenderal yang menjabat sebagai Kepala Kepolisian Wilayah Malang (1992-1997.
Dia kemudian berkarir di bidang politik dengan menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi TNI Polri pada tahun 1992-2001 hingga menjadi Ketua KPK 2003-2007.
Pensiun dari KPK, dia menjadi Komisaris Krakatau Steel. Pada 2009, Ruki terpilih sebagai Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan menyelesaikan tugas pada 2013 lalu. Kemudian menjabat sebagai Komisaris Bank Jabar Banten.
Artikel ini ditulis oleh:
Wisnu

















