Jakarta, Aktual.com — Banyak penemuan dan karya yang ditinggalkan oleh penemu Aljabar Muslim, Al Khawarizmi dalam bidang sains, khususnya matematika. Karya aljabarnya yang paling monumental berjudul “Al Mukhtasar fi Hisab Al Jabr wal Muqabalah”. Al Khawarizmi adalah penemu teori algoritma dan aljabar. Beberapa penemuan sains dan pemikirannya yang bisa dijadikan sebagai aplikasi belajar sebagai berikut,

1. Penemu bilangan nol

Bayangkan jika tidak ada angka nol, Bagaimana kita akan menuliskan sejuta, semiliar, setriliun, dan lebih banyak lagi?. Angka nol penting bagi suatu bilangan dan tentu berpengaruh terhadap ilmu-ilmu menghitung, ilmu pasti, ilmu alam, serta ilmu lainnya, dan ilmuwan Islamlah yang pertama kali menemukan bilangan nol. Dialah Muhammad Al Khawarizmi.

Nol adalah suatu angka dan digit angka yang digunakan untuk mewakili angka dalam angka. Angka nol memainkan peranan penting dalam matematika. Yakni, sebagai identitas tambahan bagi bilangan bulat, bilangan real, dan struktur aljabar lainnya. Sebagai angka, nol digunakan untuk tempat dalam sistem nilai tempat.

2. Penemu Algoritma

Kata ‘algoritma’ berasal dari latinisasi nama Al Khawarizmi, sebagaimana tercantum dalam terjemahan karyanya dalam bahasa latin di abad ke-12. Yakni “algorithmi de numero Indorum”. Awalnya, kata ‘algorisma’ adalah isitilah yang merujuk pada aturan-aturan aritmetis untuk menyelesaikan persoalan menggunakan bilangan numerik Arab (yang sebenarnya dari India, red).

Selanjutnya, pada abad ke-18, istilah ini berkembang menjadi algortima yang mencakup semua prosedur atau urutan langkah yang jelas dan diperlukan untuk menyelesaikan suatu permasalahan.

Hal yang pertama ditekankan dalam alur pemikiran untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang dituangkan secara tertulis yaitu, alur pikiran. Sehingga, dengan algoritma seseorang bisa berbeda dengan algoritma orang lain. Adapun penekanan kedua adalah tertulis. Yang artinya dapat berupa kalimat, gambar atau tabel tertentu.

3. Penemu Aljabar

Al Kitab “al mukhtaṣar fi ḥisab al jabr wa l muqabala” (atau Kitab yang merangkum perhitungan pelengkapan dan penyeimbangan) adalah buku matematika yang ditulis pada tahun 830.

Kitab ini merangkum definisi aljabar. Terjemahan ke dalam bahasa Latin dikenal sebagai “Liber algebrae et almucabala” oleh Robert dari Chester (Segovia, 1145) dan juga oleh Gerardus dari Cremona.

Dalam kitab tersebut diberikan penyelesaian persamaan linear dan kuadrat dengan menyederhanakan persamaan menjadi salah satu dari enam bentuk standar (di sini b dan c adalah bilangan bulat positif, red)

1. Kuadrat sama dengan akar (ax2 = bx)

2. Kuadrat sama dengan bilangan konstanta (ax2 = c)

3. Akar sama dengan konstanta (bx = c)

4. Kuadrat dan akar sama dengan konstanta (ax2 + bx = c)

5. Kuadrat dan konstanta sama dengan akar (ax2 + c = bx)

6. Konstanta dan akar sama dengan kuadrat (bx + c = ax2)

Dengan membagi koefisien dari kuadrat dan menggunakan dua operasi yakni, al jabr atau (pemulihan atau pelengkapan, red) dan al-muqabala (penyeimbangan). Al jabr adalah proses memindahkan unit negatif, akar dan kuadrat dari notasi dengan menggunakan nilai yang sama di kedua sisi. Contohnya, x2 = 40x – 4×2 disederhanakan menjadi 5×2 = 40x. Al-muqabala adalah proses memberikan kuantitas dari tipe yang sama ke sisi notasi.

Contohnya, x2 + 14 = x + 5 disederhanakan ke x2 + 9 = x.

Beberapa pengarang pun telah menerbitkan tulisan dengan nama Kitab al gabr wa l muqabala, termasuk Abu Hanifa al Dinawari, Abu Kamil (Rasala fi al gabr wa al muqabala), Abu Muhammad al ‘Adli, Abu Yusuf al Missisi, Ibnu Turk, Sind bin ‘Ali, Sahl bin Bisr, dan sarafaddin al-Tusi.

4. Rekonstruksi Planetarium

Peta abad ke-15 berdasarkan Ptolemeus adalah sebagai perbandingan.

Buku ketiga beliau yang terkenal adalah Kitab surat Al-Ard buku “Pemandangan Dunia” atau “Kenampakan Bumi” diterjemahkan oleh Geography, yang selesai pada 833 adalah revisi dan penyempurnaan Geografi Ptolemeus, terdiri dari daftar 2402 koordinat dari kota-kota dan tempat geografis lainnya mengikuti perkembangan umum.

Hanya ada satu kopi dari Kitab surat al-Ard, yang tersimpan di Perpustakaan Universitas Strasbourg. Terjemahan Latinnya tersimpan di Biblioteca Nacional de Espana di kota Madrid, Spanyol.

Judul lengkap buku beliau adalah Buku Pendekatan tentang dunia, dengan Kota-Kota, gunung, laut. Semua pulau dan sungai, ditulis oleh Abu Ja’far Muhammad bin Musa al-Khawarizmi berdasarkan pendalaman geografis yang ditulis oleh Ptolemeus dan Claudius.

Buku ini dimulai dengan daftar bujur dan lintang, termasuk “Zona Cuaca”, yang menulis pengaruh lintang dan bujur terhadap cuaca. Oleh Paul Gallez, dikatakan bahwa ini sangat bermanfaat untuk menentukan posisi kita dalam kondisi yang buruk untuk membuat pendekatan praktis.

Baik dalam salinan Arab maupun Latin, tak ada yang tertinggal dari buku tersebut. Oleh karena itu, Hubert Daunicht merekonstruksi kembali peta tersebut dari daftar koordinat. Ia berusaha mencari pendekatan yang mirip dengan peta tersebut.

5. Astronomi

Buku Zij al-sindhind “tabel astronomi” adalah karya yang terdiri dari 37 simbol pada kalkulasi kalender astronomi dan 116 tabel dengan kalenderial, astronomial dan data astrologial sebaik data yang diakui sekarang.

Versi aslinya dalam bahasa Arab (ditulis tahun 820) telah hilang, tapi versi lain oleh astronomer Spanyol Maslama al-Majriti tetap bertahan dalam bahasa Latin, yang diterjemahkan oleh Adelard of Bath (26 Januari 1126). Empat manuskrip lainnya dalam bahasa Latin tetap ada di Bibliotheque publique (Chartres), the Bibliotheque Mazarine (Paris), the Bibliotheca Nacional (Madrid) dan the Bodleian Library (Oxford).

6. Kalender Yahudi

Al Khawarizmi juga menulis tentang Penanggalan Yahudi (Risala fi istikhraj taʾrikh al yahud “Petunjuk Penanggalan Yahudi”). Yang menerangkan 19-tahun siklus interkalasi, hukum yang mengatur pada hari apa dari suatu Minggu bulan Tishri dimulai, memperhitungkan interval antara Era Yahudi(penciptaan Adam) dan era Seleucid dan memberikan hukum tentang bujur Matahari dan Bulan menggunakan kalender Yahudi. Sama dengan yang ditemukan oleh Al Biruni dan Maimonides.

Tak hanya sampai di sana beberapa karya beliau dalam bentuk manuskrip Arab di Berlin, Istanbul, Tashkent, Kairo dan Paris yang berisi pendekatan material yang berkemungkinan berasal dari Al Khawarizmi. Manuskrip di Istanbul berisi tentang sundial, yang disebut dalam Fihirst. Karya lain, seperti determinasi arah Mekkah adalah salah satu astronomi sferik.

Dua karya berisi tentang pagi (Ma’rifat sa’at al- mashriq fi kull balad) dan determinasi azimut dari tinggi (Ma’rifat al-samt min qibal al-irtifa’).

Dan, Beliau juga menulis dua buku lainnya tentang penggunaan dan perakitan astrolab. Ibnu al Nadim dalam Kitab al Fihrist (sebuah indeks dari bahasa Arab) juga menyebutkan Kitab ar-Rukama(t) (buku sundial) dan Kitab al Tarikh (buku sejarah) tapi 2 buku tersebut telah hilang.

(Sumber: Cara-Cara Belajar Ilmuwan-Ilmuwan Muslim Pencetus Sains-Sains Canggih Modern, oleh M Yusuf Abdurrahman; G J Toomer, Biography in Dictionary of Scientific Biography (New York 1970-1990); Biography in Encyclopaedia Britannica; A A al’Daffa, The Muslim contribution to mathematics (London, 1978); A F Faizullaev, The scientific heritage of Muhammad al-Khwarizmi (Russian) (Tashkent, 1983); K F Abdulla-Zade, al-Khwarizmi and the Baghdad astronomers (Russian), in The great medieval scientist al-Khwarizmi (Tashkent, 1985), 178-183; M Abdullaev, al-Khwarizmi and scientific thought in Daghestan (Russian), in The great medieval scientist al-Khwarizmi (Tashkent, 1985), 228-232; A Abdurakhmanov, al-Khwarizmi : great mathematician (Russian), in The great medieval scientist al-Khwarizmi (Tashkent, 1985), 149-151.)

()