Jakarta, Aktual.com — Bank Indonesia (BI) menyatakan optimistis inflasi nasional masih terkendali meskipun terjadi gejolak harga pada sejumlah komoditas pangan. Sepanjang 2025, inflasi tercatat tetap berada dalam kisaran sasaran nasional di bawah 3 persen, mencerminkan stabilitas harga yang terjaga di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) secara tahunan pada 2025 tercatat sebesar 2,92 persen. Angka tersebut masih berada dalam target inflasi nasional sebesar 2,5 persen dengan rentang deviasi plus minus 1 persen.

“Inflasi IHK 2025 tetap terkendali dan berada dalam sasaran yang ditetapkan,” ujar Ramdan di Jakarta, Selasa (6/1/2026).

Ramdan menjelaskan inflasi inti tetap terjaga rendah seiring konsistensi kebijakan moneter Bank Indonesia, termasuk pengelolaan suku bunga dan stabilisasi nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai efektif dalam meredam tekanan inflasi dari sisi permintaan domestik.

Namun demikian, BI terus mencermati perkembangan harga pangan yang cenderung berfluktuasi akibat faktor musiman dan gangguan distribusi. Untuk itu, sinergi pengendalian inflasi antara BI dan pemerintah pusat serta daerah terus diperkuat melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID).

Koordinasi tersebut difokuskan pada pengamanan pasokan, kelancaran distribusi, serta stabilisasi harga komoditas pangan strategis di berbagai wilayah. Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan dampak gejolak pangan terhadap inflasi nasional.

Dari sisi pemerintah, inflasi yang tetap terkendali dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi makro dan daya beli masyarakat. Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan tekanan harga pangan masih menjadi perhatian, namun belum mengganggu kinerja ekonomi secara keseluruhan.

“Inflasi tetap terkendali di tengah aktivitas ekonomi yang terus bergerak ekspansif,” ujarnya.

Pemerintah memastikan akan terus melakukan intervensi harga dan penguatan pasokan pangan, seiring kebijakan fiskal yang diarahkan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi