Jakarta, Aktual.co —Direktur Jenderal Pengelolaan pembiayaan dan Risiko (PPR) kementerian Keuangan mengungkapkan pemerintahan Jokowi-JK mencari pembiayaan utang 2015 Rp451,8 triliun secara gross. Sedangkan secara netto, pembianyaan APBN 2015 mencapai Rp297 triliun.
“Pembiayaan utang dengan angka Rp 297 triliun itu netto melalui surat berharga (SBN). Secara gross, utang jatuh tempo selama 2015 jadi Rp451,8 triliun dalam SBN di 2015,” ucap Robert di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (20/2).
Dalam rangka diversifikasi pembiayaan, pemerintah akan melakukan pembayaran utang dengan utang baru (refinancing). Menurutnya, penerbitan SBN ini juga dilakukan untuk mengejar defisit pembiayaan yang telah ditargetkan pemerintah sebesar 1,90 persen.
“SBN direncanakan diterbitkan dalam konvensional rupiah, surat negara syariah islamic, ada dalam valas juga menyasar investor global atau asing,” jelasnya.
Dana dari penerbitan surat utang ini akan digunakan untuk membiayai semua proyek dalam APBN 2015 terutama proyek pembangunan infrastruktur yang menjadi fokus pemerintahan Jokowi-JK.
“Semua proyek meliputi proyek underlying dan financing,” tutupnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka















