Jakarta, Aktual.com —Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani melihat bahwa ruang kerjasama investasi Indonesia dengan Selandia Baru masih sangat terbuka lebar, dia mengundang investor Selandia Baru untuk mengembangkan produktifitas mereka dan masuk ke sektor-sektor prioritas yang telah ditetapkan oleh pemerintah seperti industri makanan dan sektor pariwisata.
“Kami berharap mereka dapat masuk ke sektor energi khususnya geothermal, meningkatkan proudktifitas mereka di sektor pertanian dan peterakan sapi, dan industri makanan,” katanya Sabtu (7/5).
Lebih lanjut menurutnya Selandia Baru dan Indonesia merupakan dua negara dengan perekonomian yang saling melengkapi.
“Dairy product serta produk-produk berkualitas Selandia Baru seperti susu, keju dan minyak zaitun telah menjadi bagian dari keluarga Indonesia selama ini. Dari sisi Indonesia, komoditi ekspor ke Selandia Baru adalah kertas dan pulp, tekstil serta produk kimia,” ujarnya.
Kemudian sejak tahun 2010 hingga 2015, tercatat realisasi investasi dari Selandia Baru sebesar USD38,2 juta, dari jumlah tersebut 77 persen terealisasi di sektor industri makan.
“Kami ingin terus mengundang perusahaan-perusahaan global Selandia Baru untuk dapat menanamkan modalnya di Indonesia, untuk menumbuhkan penciptaan lapangan kerja dan melakukan transfer teknolog dan pengetahuan,” tukasnya.
Selandia Baru dikenal sebagai negara yang berhasil melakukan transformasi dari ekonomi yang berbasis sektor pertanian ke arah industrialisasi dengan daya saing skala global. Berbekal inovasi dan teknologi yang meningkatkan produktifitas, telah berdampak positif membuat perekonomian Selandia Baru menjadi ke arah yang lebih maju.
Artikel ini ditulis oleh:
Dadangsah Dapunta
Andy Abdul Hamid

















