Pekanbaru, aktual.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi 201 titik panas di Provinsi Riau dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Bengkalis yang mencapai 91 titik.
Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Alfa Nataris menyampaikan titik panas selain di Bengkalis, juga ada di Kabupaten Pelalawan (66), Indragiri Hilir (21), Indragiri Kuantan dan Kota Dumai masing-masing 11 dan di Rokan Hilir ada satu titik.
“Jumlah tersebut berdasarkan pembaruan data hingga Jumat (18/3) pukul 16.00 WIB,” katanya dalam keterangan di Pekanbaru, Jumat (27/3/2026)
Sementara itu, di Pulau Sumatra terdeteksi 277 titik panas dengan Provinsi Riau yang paling banyak. Kemudian Sumatera Utara (34), Kepulauan Riau (28), Jambi (9), Aceh (4) dan Kepulauan Bangka Belitung (1)
Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) dan Kebakaran Hutan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera saat ini masih terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang luas mencapai ratusan hektare yang tersebar di sejumlah titik di Provinsi Riau.
Berdasarkan data operasional, titik kebakaran dengan luasan paling signifikan berada di Desa Teluk Beringin, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan dengan estimasi lahan yang terbakar mencapai 53,3 hektare.
Kebakaran besar lainnya terpantau di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Desa Tasik Betung, Kabupaten Siak, dengan luas sekitar 22 hektare. Kondisi serupa terjadi di Desa Pulau Muda, Teluk Meranti (Pelalawan) dengan luas terbakar 20 hektare dan Desa Talang Jerinjing (Inderagiri Hulu) seluas 15 hektare.
Beberapa wilayah lain yang masih dalam penanganan intensif meliputi Kabupaten Siak di Desa Merempan Hilir Kecamatan Mempura. Lalu di Desa Teluk Lecah, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis dan Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Pelalawan.
Siaga Darurat Karhutla hingga November 2026
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total luasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau telah mencapai 2.713,26 hektare dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, terhitung sejak 1 Januari – 24 Maret 2026.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis, menyatakan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi data per Rabu (25/3) yang menunjukkan tren peningkatan luasan terbakar di sejumlah titik strategis.
Direktorat Pusat Pengendalian Operasi BNPB mengkonfirmasi berdasarkan periode pelaporan terbaru yang mereka terima, penambahan luas kebakaran terjadi secara signifikan di Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu, serta Kabupaten Indragiri Hilir.
Menurut Abdul, Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat karhutla yang berlaku efektif sampai dengan Minggu, 30 November mendatang guna mempercepat koordinasi penanganan di lapangan.
BNPB bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tim Manggala Agni Kementerian Kehutanan wilayah Sumatera dan unsur terkait terus melakukan upaya penanganan darurat secara intensif, mencakup pemadaman titik api melalui jalur darat maupun operasi udara menggunakan helikopter.
Selain pemadaman, tim gabungan juga fokus pada evakuasi warga terdampak asap, pendataan kerugian, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga peningkatan patroli rutin di wilayah-wilayah yang masuk dalam zona rawan kebakaran.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi serta meminta peningkatan kesiapsiagaan kolektif guna mencegah perluasan kebakaran hutan dan lahan di wilayah rawan lainnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Eroby Jawi Fahmi

















