Hal tersebut mengakibatkan peningkatan pengangkatan massa udara yang berpotensi menumbuhkan awan konvektif Cumulonimbus yang dapat menyebabkan hujan lebat dan hujan es apabila menjadi super sel.
Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara), Setyoajie Prayoedhie menambahkan berdasarkan hasil analisa sementara, belum ada potensi es di Kabupaten Banjarnegara dan sekitarnya.
“Kalau di Banjarnegara biasanya ada fenomena embun upas atau bunga es yang muncul di Dataran Tinggi Dieng,” katanya.
Kendati demikian, kata dia, hal itu biasanya terjadi pada puncak musim kemarau sekitar Juli hingga Agustus.
Ant
Artikel ini ditulis oleh:
Antara











