Beranda Nasional BMKG Tawarkan Kerja Sama dengan Muhammadiyah Terkait Mitigasi Bencana

BMKG Tawarkan Kerja Sama dengan Muhammadiyah Terkait Mitigasi Bencana

Yogyakarta, aktual.com – Kepala BMKG Dwi Korita Karnawati menilai kerja sama lembaganya dengan Muhammadiyah akan sangat penting dan bernilai strategis. Terlebih, keberadaan perguruan tinggi Muhammadiyah juga dapat dijadikan sebagai tempat riset dan pengembangan teknologi. Apalagi dari sisi komunikasi sosial, Muhammadiyah sebagai organisasi yang sudah hadir puluhan tahun, menurut Dwi, menjadi bagian dari solusi untuk keberlanjutan informasi.

“Dengan jaringan komunikasi di Muhammadiyah, kami yakin informasi yang barangkali selama ini masih ada kendala di daerah-daerah tertentu, dengan kehadiran Muhammadiyah bisa menjadi bagian dari solusi,” kata Dwi Korita Karnawati dalam webinar yang diselenggarakan MDMC PP Muhammadiyah, Senin (26/12) pekan lalu.

Dwi Korita juga mengungkapkan pengelolaan resiko bencana saat ini sudah mengalami banyak kemajuan dibandingkan dengan tahun 2004 saat terjadi peristiwa tsunami Aceh. Namun karena makin kompleksnya fenomena bencana dari intensitas yang meningkat hingga permasalahan sosial yang muncul membuat manajemen resiko bencana belum berjalan dengan maksimal. Salah satunya terkait dengan kebutuhan teknologi.

“Misalnya saat ini Indonesia sudah bisa mendeteksi dini tsunami yang diakibatkan oleh gempa, namun tsunami yang disebabkan oleh selain gempa, masih menjadi PR untuk terus digali, dicari solusi metode yang cepat-tepat-akurat,” sambungnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Instrumentasi, Kalibrasi, Rekayasa dan Jaringan Komunikasi BMKG, Muhamad Sadly, mengatakan Indonesia tidak bisa menghindari bencana karena berada di kawasan ring of fire. Sehingga, menurutnya, yang bisa dilakukan hanya melakukan mitigasi dan persiapan menghadapi bencana.

“Sehingga yang harus kita tingkatkan adalah bagaimana memitigasi, bagaimana mempersiapkan masyarakat dan semua stakeholder. Agar apabila terjadi bencana, maka masyarakat kita sudah siap. Itulah tanda-tanda bahwa kita bisa mewujudkan zero victim,” ujarnya.

Sadly pun kembali menegaskan BMKG siap berkolaborasi dengan Muhammadiyah melalui MDMC dalam melakukan diseminasi informasi terkait kejadian-kejadian klimatologi dan geofisika. Termasuk juga dengan membangun kolaborasi dan budaya adaptasi dengan warga Muhammadiyah.

“Instansi terkait dari Muhammadiyah di seluruh Indonesia, kami siap install kan multi hazard early warning system terintegrasi. Ini sangat mudah, siapkan saja monitor, kemudian internet dan personal computer. Kami akan training petugas-petugas yang mengoperasikan aplikasi ini,” ungkapnya.

(Megel Jekson)