Jakarta, aktual.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) memberikan predikat terbaik kepada Pemerintah Kota Jakarta Selatan dalam pelaporan B-6 penanggulangan narkoba kepada Presiden.

“Di pelaporan B-6 kepada Presiden kemarin, dari lima wilayah kota dan satu kabupaten, yang terbaik adalah Jakarta selatan. Jadi kalau kita petakan seluruh kecamatan dan kelurahan, unsur-unsur yang lain, Jakarta Selatan lah yang terbaik,” kata Koordinator Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN DKI Jakarta Joko Purnomo di Jakarta, Jumat (23/12).

Joko menyampaikan kabar baik tersebut saat memberikan arahan pada Deklarasi Peduli Nambe (asal kata dari 6B atau ciri-ciri pengguna narkoba yang terdiri dari bohong, bengong, bolos, bebal, bingung, barang-barang hilang) di Pemkot Jakarta Selatan .

Menurut Joko keberhasilan Pemkot Jakarta Selatan dalam penanggulangan narkoba tidak lepas dari peran dan partisipasi masyarakat dalam menurunkan angka penyalahgunaan narkotika.

“Perlu kerelaan waktu dan tenaga bapak ibu sekalian, paling tidak menjaga keluarganya agar 137 kawasan rawan yang menjadi pekerjaan rumah kita bersama, jangan sampai nanti naik lagi, kalau bisa turun,” kata Joko

Joko meminta semua yang hadir untuk mengikuti Inpres No.2 Tahun 2020 mengenai substansi penanggulangan narkoba yang mencakup penyebarluasan informasi bahaya narkotika, deteksi dini dengan tes urine, pemberdayaan masyarakat untuk menangkal bahaya narkotika, dan mengedukasi lembaga pendidikan, sekolah kedinasan dan Aparatur Sipil Negara (ASN) mengenai bahaya narkoba,

Sementara itu Walikota Jakarta Selatan Munjirin meminta peserta deklarasi untuk melakukan implementasi ke bawah.

“RT, RW, FKDM, Jumantik, Dasawisma kalau semuanya faham tentang pencegahan narkoba dan tentang menangani yang sudah terkena, saya yakin Jakarta Selatan, kita tidak kejar prestasi terbaik, yang kita kejar masyarakat kita benar-benar faham bagaimana bahayanya,” ujarnya.

Deklarasi ini melibatkan dasawisma, FPK, FKDM, FKUB, LMK, RT/RW, tokoh masyarakat, dan tokoh agama yang segera ditindaklanjuti dengan kunjungan langsung ke rumah-rumah (door to door) untuk mencari pengguna narkoba di setiap RT/RW agar dapat dilakukan rehabilitasi medis dan sosial.

(Antara)

(Rizky Zulkarnain)