Jakarta, aktual.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat bencana di wilayah Sumatra per Selasa (6/1/2026) bertambah satu orang, sehingga total korban jiwa mencapai 1.178 orang.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, korban terbaru ditemukan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Sementara itu, jumlah korban hilang tidak mengalami perubahan dan tetap tercatat sebanyak 147 orang. Adapun jumlah pengungsi juga masih sama, yakni 242.174 jiwa.
“Korban meninggal dunia bertambah satu orang yang ditemukan di Tapanuli Tengah. Untuk korban hilang dan pengungsi tidak ada perubahan,” ujar Abdul Muhari saat konferensi pers daring, Selasa (6/1/2026).
Abdul menjelaskan, pemerintah pusat dan daerah akan melakukan evaluasi untuk membahas status bencana di wilayah Sumatra dan Aceh. Hingga saat ini, operasi pencarian dan pertolongan masih terus dilanjutkan.
“Operasi pencarian dan pertolongan masih diteruskan sampai nanti fase tanggap darurat provinsi dievaluasi pada akhir perpanjangan ketiga di tanggal 8 Januari,” katanya.
Terkait status tanggap darurat, di Provinsi Aceh tercatat sembilan daerah memperpanjang masa tanggap darurat, di antaranya Aceh Tengah, Pidie Jaya, dan Gayo Lues. Sementara itu, sembilan daerah lainnya telah memasuki masa transisi dari tanggap darurat ke pemulihan, seperti Aceh Tenggara, Aceh Barat, dan Aceh Timur.
Di Provinsi Sumatra Utara, sebanyak 14 daerah telah beralih ke fase transisi, antara lain Kabupaten Tapanuli Utara, Langkat, dan Kota Binjai. Selain itu, dua daerah, yakni Kota Tebing Tinggi dan Kabupaten Serdang Bedagai, telah mengakhiri fase transisi tanggap darurat.
Kondisi serupa juga terjadi di Sumatra Barat. Sebanyak 11 wilayah di provinsi tersebut telah memasuki fase transisi, sementara dua daerah telah mengakhiri fase tanggap darurat. Abdul menyebutkan, sebelumnya masih terdapat satu kabupaten yang berstatus tanggap darurat.
“Sebelumnya Sumatra Barat masih menyisakan satu kabupaten yang masih dalam status tanggap darurat yaitu Kabupaten Agam. Per hari ini Kabupaten Agam sudah menetapkan masuk ke transisi darurat,” jelasnya.
Dalam upaya pemulihan infrastruktur, BNPB mencatat pembangunan jembatan bailey di Aceh sebanyak enam unit telah rampung. Selain itu, dua jembatan bailey telah selesai dibangun di Sumatra Utara dan empat unit di Sumatra Barat.
Abdul juga menyampaikan, kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak bencana telah kembali dilaksanakan dengan memanfaatkan tenda-tenda sementara. Sementara itu, penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada masyarakat terdampak terus dilakukan.
“Untuk DTH, di Aceh telah disalurkan kepada 22 penerima, di Sumatra Utara 256 penerima, dan di Sumatra Barat 478 penerima. Angka ini akan terus berubah seiring perkembangan penyaluran di lapangan,” pungkas Abdul.
Artikel ini ditulis oleh:
Tino Oktaviano

















