Jakarta, Aktual.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data kejadian dan penanganan bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada periode Rabu (8/4) hingga Kamis (09/04/2026) pukul 07.00 WIB. Bencana yang tercatat meliputi kebakaran hutan dan lahan, tanah longsor, serta banjir.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan kebakaran hutan dan lahan terjadi di Desa Palemraya, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatra Selatan, pada Selasa (7/4) siang. Kebakaran membakar lahan seluas 10 hektare. BPBD Kabupaten Ogan Ilir bersama tim gabungan berhasil memadamkan api pada Rabu (8/4).
“Mengawali laporan ini, kejadian kebakaran hutan dan lahan di Ogan Ilir berhasil dikendalikan tim gabungan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dan api berhasil dipadamkan,” ujar Abdul Muhari, Kamis (09/04/2026).
Selain itu, tanah longsor melanda Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara, pada Selasa (7/4) malam. Desa terdampak antara lain Sembahe, Bingkawan, Sibolangit, Batu Mbelin, dan Tambun. Material longsor menimpa tujuh rumah sehingga mengalami kerusakan berat, dan dilaporkan lima warga meninggal dunia akibat tertimbun. Saat ini, BPBD Kabupaten Deli Serdang bersama tim gabungan masih melakukan pembersihan material longsor.
Sementara itu, banjir melanda Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, setelah hujan deras pada Selasa (7/4) malam. Sebanyak 30 rumah terdampak dan 30 warga sempat mengungsi. BPBD bersama aparat setempat langsung mengevakuasi warga. “Banjir berangsur surut, dan pada Rabu (8/4) kondisi sudah kembali normal. Para pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing,” ujar Abdul Muhari.
Banjir juga terjadi di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, yang merendam 34 rumah di Desa Sukarare dan Puyung, Kecamatan Jonggat. Sebanyak 136 warga terdampak. BPBD Lombok Tengah melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan logistik. Kondisi banjir kini dilaporkan telah surut.
BNPB mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana, seiring prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut sebagian wilayah mulai memasuki musim kemarau, sementara wilayah lain masih berpotensi hujan lebat.
Sebagai langkah mitigasi, BNPB menekankan pentingnya pengecekan tanggul sungai secara rutin, pembersihan saluran air, serta menyiapkan personel dan peralatan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan tidak membakar sampah di lahan kering.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi

















