Warga terdampak gempa bumi menempati tenda pengungsian di Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, Minggu (27/11).

Jakarta, Aktual.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprioritaskan pelayanan kesehatan termasuk psikososial dan pencarian serta evakuasi korban gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat.

“Pelayanan kesehatan warga terdampak yang tersebar maupun di pos pengungsian termasuk dalam prioritas penanganan selama masa tanggap darurat,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari melalui keterangan tertulis di Cianjur, Jawa Barat, Minggu (27/11).

Abdul menuturkan Pos komando juga menetapkan prioritas penanganan terhadap pencarian dan evakuasi korban hilang serta pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas.

Salah satu penyintas gempa Cianjur, Iis mengungkapkan, petugas memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada para warga terdampak musibah.

“Setiap pagi petugas kesehatan melakukan pemeriksaan kepada para pengungsi disini,” ujar Iis yang tinggal di Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat.

Iis menuturkan petugas gabungan melayani pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi pengungsi yang sakit.

Iis juga menambahkan, para pengungsi juga bergotong royong membangun gudang untuk menampung bantuan logistik serta pemenuhan air bersih bagi korban terdampak gempa bumi Cianjur.

Sebanyak dua penampung air bersih berukuran 530 liter per hari disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan aktivitas warga terdampak.

Selanjutnya, Iis menambahkan, terdapat 100 orang termasuk 30 anak yang menempati tenda pengungsian tersebut di sekitar Desa Gasol.

Namun, Iis mengungkapkan, pengungsi terutama perempuan dan anak-anak membutuhkan kasur, matras dan selimut karena cuaca dingin disertai guyuran hujan di wilayah Cianjur.

Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Cugenang, Hari menyebutkan, sampai saat ini penyaluran bantuan logistik masih dilakukan menggunakan sepeda motor trail.

Petugas masih berupaya menyalurkan berbagai bantuan logistik menggunakan motor trail ke wilayah Kecamatan Cugenang termasuk Kampung Pasir Angin yang sulit dijangkau mobil karena akses jalan sempit dan mobilisasi tinggi dalam penanganan setelah gempa.

“Di sini jalanan sempit dan banyak sekali kendaraan yang menyalurkan bantuan, sehingga kami menggunakan motor trail untuk memberikan bantuan secara berkala, namun kita membutuhkan mobil pick up untuk distribusi logistik jika terkendala menggunakan motor,” ungkap Hari.

Hari menuturkan kondisi Kecamatan Cugenang kerap mengalami pemadaman aliran listrik karena gangguan jaringan akibat tanah longsor.

“Pihak PLN telah berupaya sangat keras untuk membantu pemenuhan listrik, namun saat ini memang jaringannya masih terganggu karena tanah longsor,” kata Hari.

Hari mengharapkan bantuan berupa genset listrik untuk saluran penerangan warga di sekitar Kecamatan Cugenang.

Untuk pemenuhan pangan, Hari menjelaskan, terdapat dua dapur umum di Desa Cijedil Lapangan Cicariu-Mangunkerta dan Sukamanah.

(Arie Saputra)