Jakarta, Aktual.co — Tidak direkomendasinya dua klub QNB League, Arema Indonesia dan Persebaya Surabay, karena Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), ingin menegakkan asas profesionalisme.
“BOPI ingin berupaya menegakkan asas profesionalisme dalam industri olahraga nasional,” kata Sekjen BOPI, Heru Nugroho di Jakarta, Selasa (7/4).
Meski mengklaim menegakkan asas profesionalisme, alasan BOPI untuk tidak merekomendasi Arema dan Persebaya, ternyata tidak tertuang dalam persyaratan yang sejak awal diberikan kepada PT Liga Indonesia (PT LI), selaku operator kompetisi.
BOPI tak merekomendasi dua klub tersebut, dengan alasan karena dua klub tersebut bermasalah dalam legalitas kepemilikan klub.
Berikut persyaratan yang dikeluarkan oleh BOPI untuk klub-klub peserta QNB, untuk bisa direkomendasi, dilansir dari laman resmi Kemenpora:
1. Seluruh klub peserta ISL 2015 harus segera melunasi tunggakan kewajibannya kepada seluruh pemain, pelatih, dan official tim dengan menyertakan bukti pelunasan.
2. Seluruh klub peserta ISL 2015 harus menyertakan dokumen kontrak kerja professional pemain, pelatih dan official tim kepada BOPI.
3. Operator ISL dan seluruh klub peserta harus menyerahkan NPWP, bukti pembayaran dan pelunasan pajak, serta persyaratan lainnya yang ditetapkan oleh BOPI.
4. Khusus mengenai persyaratan garansi bank dapat dipenuhi oleh seluruh klub paling lambat pada pertengahan musim kompetisi 2015.
5. Dalam penyelenggaraan ISL, rekomendasi BOPI menjadi salah satu syarat administrasi yang harus dipenuhi dalam proses perijinan keramaian yang dikeluarkan oleh Polri.
Artikel ini ditulis oleh:

















