Jakarta, Aktual.com – Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyatakan kebutuhan kendaraan operasional program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mencapai 160.000 unit untuk mendukung sekitar 80.000 koperasi di seluruh Indonesia. Angka tersebut meningkat dari rencana awal 105.000 unit setelah dilakukan penyesuaian kebutuhan operasional di lapangan.
“Seluruh kendaraan telah direncanakan pengadaannya dengan total 160.000 unit. Untuk kendaraan berpenggerak empat roda (4×4), semuanya masih impor dan belum ada produksi lokal,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, lonjakan kebutuhan kendaraan berkaitan dengan skema distribusi operasional koperasi yang membutuhkan dua unit armada. Setiap Kopdes dirancang memiliki satu truk dan satu mobil pikap guna menunjang aktivitas logistik di berbagai daerah.
Lebih lanjut, pengadaan kendaraan tidak lagi hanya mengandalkan impor dari India seperti pada tahap awal program. Agrinas kini memperluas sumber pasokan dari sejumlah negara lain guna memenuhi spesifikasi teknis dan jumlah unit yang dibutuhkan.
Dirut Agrinas itu merinci komposisi pengadaan kendaraan dari masing-masing negara dan pabrikan.
“Sebanyak 160.000 unit terdiri atas 13.600 unit dari Mitsubishi (Jepang), 10.000 unit dari Hino (Jepang), 900 unit dari Isuzu (Jepang), 13.000 unit dari Foton (China), dan sisanya dari India,” tutur Joao.
Ia menambahkan, seluruh kendaraan yang diadakan merupakan tipe penggerak empat roda (4×4) yang belum diproduksi di dalam negeri. Kondisi tersebut membuat opsi impor menjadi pilihan utama untuk memastikan kendaraan mampu menjangkau wilayah dengan medan berat.
Dari sisi anggaran, perusahaan telah menyiapkan dana sekitar Rp200 triliun untuk pengadaan kendaraan tersebut. Pendanaan ini berasal dari alokasi pembangunan koperasi yang mencapai sekitar Rp3 miliar untuk setiap unit Kopdes.
Meski proses pengadaan telah berjalan, pihaknya belum merinci jumlah kendaraan yang sudah tiba di Indonesia.
“Anggaran sekitar Rp200 triliun sudah disiapkan. Namun, untuk jumlah kendaraan yang telah tiba, kami masih melakukan pengecekan lebih lanjut,” ujarnya.
Berikut rincian jumlah kendaraan impor berdasarkan pabrikan dan negara asal:
- Mitsubishi (Jepang) – 13.600 unit
- Hino (Jepang) – 10.000 unit
- Isuzu (Jepang) – 900 unit
- Foton (China) – 13.000 unit
- India – sisa dari total 160.000 unit
(Nur Aida Nasution)
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi

















